Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Selebrasi Kontroversial yang Berujung Hukuman

Football5star.com, Indonesia – Berselebrasi saat mencetak gol adalah bentuk kegembiraan bagi semua pesepak bola. Hampir tidak ada dari mereka yang tidak meluapkan kegembiraan ketika berhasil membobol gawang lawan.

Bagi seorang pemain, mencetak gol adalah puncak dari kegembiraan selama 90 menit berada di lapangan. Tidak peduli di posisi apa mereka bermain, gol tetaplah menjadi tujuan utama dan penentu sebuah laga.

Banyak pula cara pelaku si kulit bundar meluapkan kegembiraan saat mencetak gol. Ada yang merayakannya bersama rekan setim, para penggemar, atau dengan cara salto seperti Obafemi Martins maupun Pierre-Emerick Aubameyang.

Namun, tidak sedikit pemain yang berselebrasi secara berlebihan yang menuai kontroversi. Hasilnya, hukuman pun sudah menunggu mereka.

Football5star telah merangkum lima selebrasi kontroversial yang berujung hukuman:

  • Salam Ala Nazi Paolo Di Canio
PRI

Mungkin pemain pertama yang melakukan selebrasi kontroversi adalah Paulo Di Canio. Bagaimana tidak, secara mengejutkan ia berselebrasi salam ala Nazi ketika masih memperkuat Lazio.

Momen tersebut terjadi 2005 silam saat laga Lazio melawan Juventus di Stadion Olimpico. Paulo Di Canio yang memiliki tempramental tinggi sukses membobol gawang Gianluigi Buffon.

Ia pun secara emosional berlari ke arah ultras Lazio sembari membentangkan tangan kanan ke atas yang belakangan diketahui sebagai salam hormat ala Nazi. Akibat aksinya itu, Di Canio pun dihukum larangan satu pertandingan dan denda sebesar 10 ribu euro.

  • Giorgos Katidis
spectacor.co.uk

Pemain asal Yunani, Giorgos Katidis sepertinya tidak belajar dari kasus Paulo Di Canio. Bayangkan saja, ia melakukan hal yang sama saat mencetak gol. Salam ala Nazi Katidis dilakukan saat mencetak gol untuk timnya, AEK Athena, saat menjamu PAOK Saloniki 2012 lalu.

Kesialan pun langsung menimpa Giorgios Katidis. Ia bukan hanya dilarang bermain dalam lima pertandingan bersama AEK Athena, tapi juga dilarang membela timnas Yunani seumur hidup.

Sejatinya sang gelandang sudah meminta maaf terkait perilakunya tersebut. Namun, tetap saja federasi sepak bola Yunani tidak memaafkannya.

  • Menghisap Kokain Ala Robbie Fowler
The Telegraph

Legenda Liverpool, Robbie Fowler, dikenal sebagai pemain santun dan jarang membuat masalah. Namun, apa yang dilakukan 1999 silam mengejutkan banyak pihak. Ia melakukan selebrasi seolah-olah sedang menghisap kokain di pinggir lapangan.

Ketika itu ia sukses membobol gawang Everton dan langsung berlari ke pinggir lapangan. Di atas garis putih sebagai pembatas lapangan, Robbie Fowler menghunuskan hidungnya seolah-olah sedang menghisap kokain.

Bukan tanpa alasan ia melakukan aksinya itu. Beberapa hari sebelum pertandingan ia dituduh sebagai pengguna kokain. Kendati begitu, alasan tersebut tidak mampu menghindarkannya dari hukuman. Dirinya pun dihukum larangan bermain di empat pertandingan dan harus membayar denda sebesar 60 ribu pounds.

  • Selebrasi Politis Xherdan Shaqiri dan Granit Xhaka
Zimbio

Laga kedua Piala Dunia 2018 di Grup E mendadak ramai di media sosial. Tensi pertandingan Serbia vs Swiss memanas saat Granit Xhaka mencetak gol. Bagaimana tidak, Xhaka melakukan selebrasi berbau politis yang bisa membuat hubungan dua negara tetangga, Serbia dan Albania memanas.

Ia berselebrasi dengan menyilangkan dua tangan di dada. Belakangan diketahui bahwa itu merupakan simbol negara Albania, yang merupakan tanah leluruh Xhaka. Kejadian itu ternyata tidak terjadi sekali. Saat Xherdan Shaqiri mencetak gol kemenangan di penghujung laga ia pun melakukan hal yang sama.

Selebrasi keduanya sempat membuat para pemain Serbia melakukan protes. Mereka sadar dengan apa yang dilakukan dua bintang Swiss tersebut. Berselang beberapa hari, FIFA pun mengeluarkan hukuman larangan bertanding dalam tiga pertandingan untuk keduanya.

  • Gestur Quenelle Anelka yang Mengundang Tanda Tanya
FourFourTwo

Nicolas Anelka dikenal sebagai pemain yang mempunya ciri khas saat melakukan selebrasi. Ia selalu menyilangkan kedua tangannya di dada. Namun, ada satu laga yang membuat dia meninggalkan kebiasaannya tersebut.

Momen itu tejadi saat ia berseragam West Bromwich Albion 2013 lalu. Ketika mencetak gol melawan West Ham, ia merayakannya dengan menyilangkan tangan kiri ke tangan tangan kanannya. Bagi sebagian orang itu diyakini sebagai gestur quenelle yang berbau anti-semit.

Akibatnya, pemain yang telah membela 13 klub berbeda mendapat hukuman berat. FA menghukumnya larangan tiga pertandingan dan denda 40 ribu pounds. Hukuman ini pun ditolak mentah-mentah oleh Anelka. Ia menegaskan bahwa selebrasi itu bukan gestur anti-semit, melainkan dipersembahkan untuk sang sahabat, Dieudonna M’Bala.

Granit XhakaKamu Pasti Gak Tahu!Nicolas AnelkaPaolo Di CanioRobbie FowlerXherdan Shaqiri