Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Sepak Terjang Suporter Chelsea dan Tottenham yang Bikin Geger

Football5star.com, Indonesia – Derbi London akan tersaji di Stadion Stamford Bridge, Sabtu (22/2/2020) antara Chelsea vs Tottenham. Laga kedua tim tidak hanya menyajikan pertarungan antara guru dan murid, Jose Mourinho melawan Frank Lampard. Tapi juga bakal diwarnai oleh aksi suporter kedua tim.

Berdiri 114 tahun silam di The Rising Sun pub, Chelsea menjadi salah satu klub Liga Inggris yang memiliki basis suporter terbanyak. Di medio 2015, rata-rata suporter The Blues yang hadir di Stamford Bridge tertinggi ke-6 di Liga Inggris. Di 2018, Chelsea memiliki pengikut hampir 72.2 juta di sosial media.

Meski dianggap sebagai klub mapan pasca diambil alih oleh milioner Rusia, Roman Abrahomovic, The Blues pun memiliki kelompok hooligan layaknya klub Inggris lainnya. Chelsea Headhunters menjadi yang paling dikenal. Sepak terjangnya membuat manajemen The Blues beberapa kali harus mendapat hal tak mengenakkan.

Pun dengan suporter Tottenham Hotpsur. Jika Chelsea di 2015 memiliki rata-rata penonton tertinggi ke-6, Spurs justru lebih baik. Pendukung Spurs berada di peringkat ke-4 yang paling banyak menonton laga kandang.

Suporter The Lilywhites juga memiliki rekam jejak tak mengenakkan. Aksi hooligan acapkali terjadi di era 70 hingga 80-an. Suporter Spurs pernah terlibat bentrok berdarah dengan suporter Feyenoord di laga final Piala UEFA pada 1974.

Dari sekian banyak sepak terjang suporter kedua klub, berikut 5 cerita tentang aksi mereka yang kamu pasti gak tahu!

Insiden Berdarah di Pub Kings Road

Kelompok Chelsea Headhunters dikenal publik sepak bola Inggris sebagai pendukung Chelsea yang memiliki rekam jejak kontroversial. Kelompok suporter ini disebut terlibat dalam organisasi rasial. Hal itu terbukti dari sebuah film dokumenter karya Donal Maclntyre.

Pada 1985, kelompok ini terlibat insiden berdarah. Sejumlah anggota Chelsea Headhunters melakukan serangan berdarah ke pengunsung Pub Kings Road. Laporan dari The Guardian menyebutkan pentolan Headhunters, Kevin Whitton meneriakkan ‘perang’ kepada pengunjung pub.

Akibat serangan tersebut, manajer pub Neil Hansen kritis karena dipukuli para anggota Headhunters. Whitton sendiri dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Serangan rasial ke pendukung Yahudi

Pertemuan antara Chelsea vs Tottenham di Stamford Bridge nanti berpotensi akan menimbulkan bentrok suporter. Bagaimana tidak, latar belakang suporter Spurs yang berdarah Yahudi bisa jadi sasaran empuk bagi kelompok Chelsea Headhunters.

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Sepak Terjang Suporter Chelsea dan Tottenham yang Bikin Geger
mirror

Kelompok ini pada 2014 jadi perhatian banyak pihak karena melakukan serangan rasial di Paris saat Chelsea bersua dengan PSG di Liga Champions. Laporan bbc menyebutkan bahwa kelompok ini selama di Paris bernyanyi rasial yang ditujukan kepada kelompok Muslim dan Yahudi.

Bentrok berdarah pun tak bisa dihindarkan antara suporter Headhunters dan kelompok suporter PSG. Laporan media lokal menyebutkan belasan suporter kedua tim mengalami luka-luka.

The Battle of Flitwick

Pada periode 70-an kelompok pendukung Spurs memiliki rekam jejak hitam. Salah satu insiden yang cukup diingat oleh publik sepak bola Inggris ialah insiden pada September 1969. Media Inggris menyebut insiden tersebut dengan nama, The Battle of Flitwick.

Kala itu, ratusan pendukung Spurs yang kecewa karena tim kesayangan kalah oleh Derby County bertindak vandal. Sepanjang perjalanan pulang ke Whita Hart Lane, mereka merusak fasilitas umum dan bertindak rusuh saat singgah di kotaa Flitwick. Laporan media lokal menyebutkan penduduk kota ketakutan saat suporter Spurs bertindak barbar.

Aksi Trevor Tanner

Salah satu dedengkot Tottenham Massive (kelompok pendukung Spurs) yang cukup menyita perhatian adalah Trevor Tanner. Ia disebut-sebut sebagai salah satu hooligan yang terlibat di insiden berdarah pendukung Spurs.

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Sepak Terjang Suporter Chelsea dan Tottenham yang Bikin Geger
mirror

Ia sempat menuliskan kisah perjalanan hidupnya sebagai pendukung garis keras Spurs lewat buku dengan judul Tottenham Massive. Buku yang terbit pada 2007 ini menceritakan 10 tahun berjalan Trevor sebagai pendukung Spurs yang sangat membenci Chelsea dan Arsenal.

Namun sejumlah kalangan menyebut buku ini hanya guruan semata Trevor dan lebih banyak mengangkat propaganda kekerasan antar suporter di Inggris.

Kontroversial Yid Army

Kelompok terbesar pendukung Spurs, Yid Army dianggap sebagai basis pendukung yang kontroversial. Sebutan ini sebenarnya kontroverial. bahkan federasi sepakbola Inggris berkali-kali memperingatkan soal julukan ini. Sedangkan dari beberapa Yid Army sendiri menyanggah jika julukan tersebut sebuah pelecehan.

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Sepak Terjang Suporter Chelsea dan Tottenham yang Bikin Geger
mirror

Justru mereka menganggap jika nama Yid Army merupakan semangat juang mereka untuk Spurs. Mereka menggunakan Yid Army, awalnya, sebagai respon langsung terhadap suporter yang sering melecehkan mereka.

“Kami menyanyi dengan bangga sebagai sebuah tanda identitas kami,” kata salah satu pendukung Spurs seperti dikutip dari bbc.