Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Sosok Tersukses di Balik Perjalanan Persija

Football5Star.com – Sebelas kali juara, tanpa pernah terdegradasi tentu Persija Jakarta banyak melahirkan sejumlah sosok tersukses dalam perjalanannya. Mereka menjadi bagian dari cerita manis yang kini masih sangat melekat buat Persija.

Sudah sejak berdiri 1928, Persija memang dikenal sebagai salah satu tim tersukses Indonesia. Sejak 1931, total sudah 11 gelar juara yang mereka raih, termasuk pada Liga 1 2018 silam.

Dalam perjalanan panjangnya, Macan Kemayoran memiliki lima sosok paling berjasa. Siapa saja mereka? Berikut 5 sosok tersukses di balik perjalanan Persija versi Football5Star:

Sofyan Hadi

Almarhum Sofyan Hadi merupakan legenda paling sukses di Persija. Ketika masih jadi pemain, Sofyan sukses menjadi juara kompetisi 1973, 1975, dan 1979.

Dia jua pernah menyumbangkan gelar turnamen Qouch Khan di Vietnam 1973 silam. Usai menggantung sepatu, almarhum yang asli keturunan Betawi itu ditunjuk sebagai nahkoda tim menggantikan Andi Lala.

Prestasinya jua apik. Dia membawa Persija juara 2001 silam. Kala itu, dia sukses membuat Macan Kemayoran juara dengan pemain-pemain muda seperti Bambang Pamungkas, Warsidi, hingga Washiyatul Akmal.

Anjas Asmara

Anjas Asmara merupakan salah satu legenda Persija era 1970-an. Pemain yang besar dari klub internal Persija, PS Jayakarta dikenal sebagai sosok yang tampan dan berskill tinggi. Bahkan dikutipp Legendary1928, gawang Ajax Amsterdam pun pernah dibobol oleh Anjas saat Persija bertanding melawan Ajax pada tanggal 9 Juni 1975.

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Sosok Tersukses di Balik Perjalanan Persija
Legendari1928

Semasa jadi pemain, sosok yang khas dengan rambut gondrongnya itu mempersembahkan dua gelar sjuara sekaligus, yakni pada 1973 dan 1979. Belum termasuk beberapa prestasi lainnya di turnamen macam Surya Cup, Marah Halim Cup dll.

Iswadi Idris

Lahir di Aceh, untuk Persija. Begitu mungkin yang karier yang dijalani Iswadi Idris sebagai pemain. Sosok yang besar di Cikini itu memulai karier di klub internal Persija, Merdeka Boys Football Assosiciation.

Iswadi berhasil memikat tim senior dan menjjaani debutnya saat berusia 17 tahun. Sejak saat itu, dia mengukir kesuksesan buat Persija. Iswadi Idris sukses mengantarkan Macan Kemayoran menjadi juara pada 1973 dan 1975. DIa nyaris mempersembahkan gelar ketiga buat Persija andai tak kalah pada final 1978 dari Persebaya Surabaya.

Soetjipto Soentoro

Soetjipto Soentoro adalah sosok one man club di Persija. Pria yang karib disapa Gareng itu menghabiskan seluruh kariernya untuk Macan Kemayoran. Maka tak heran, ada tribune di SUGBK yang dinamai Soetjipto Soentoro Tribune.

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Sosok Tersukses di Balik Perjalanan Persija

Sejak memperkuat klub internal, IPPI Kebayoran dan Setia Jakarta, Gareng berhasil membawa Persija juara 1964 lalu. Pencapaian Persija terbilang hebat di tahun tersebut bersama Gareng, Kwee Tek Liong, Fam Tek Fong, Yudo Hadiyanto, Surya Lesmana, Reni Salaki, hingga Didik.

Sebab, kala itu bersama pelatih drg. Endang Witarsa, Persija menjuarai kompetisi di tahun 1964 dengan tidak terkalahkan satu pertandingan pun. Bahkan Persija berhasil memiliki rekor kemasukan yang fantastis, 34-3 dan mencatatkan nama Soetjipto Soentoro sebagai pencetak gol terbanyak dengan 16 gol.

Bambang Pamungkas

Bambang Pamungkas atau yang karib disapa Bepe, merupakan legenda Macan Kemayoran pada masa milenial. Ya, pria yang kini menjabat sebagai manajer tim itu menjadi satu-satunya pemain yang berhasil membawa Macan Kemayoran menjuarai kompetisi 2001 dan 2018.

Sepakan kaki kiri melengkung, dan tendangan kaki kanan kerasnya melawan PSM Makassar di final Liga Indonesia 2001 menjadi awal semuanya. Setelah itu, Bepe terus mengukir kisah indah, hingga berhasil menorehkan gol ke-200 saat Persija mengalahkan Borneo FC di semifinal leg pertama Piala Indonesia beberapa waktu lalu.

Dalam perjalanan 20 tahun kariernya, beragam rekor sukses dipecahkan suami dari Tribuana Tungga Dewi itu. Dia jadi satu-satunya pemain Indonesia yang mampu meraih gelar top skorer, pemain terbaik, dan juara liga di dua negara berbeda. Hal itu dia torehkan saat membela Persija dan Selangor FA.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More