Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Transfer Terburuk Manchester United Sepanjang Masa

Football5star.com, Indonesia – Perekrutan penyerang asal Nigeria, Odion Ighalo dari klub Shanghai Sehnhua pada awal Februari lalu sempat jadi cibiran banyak pihak.

Meski berstatus pinjaman, Ighalo dianggap tak bakal bisa membantu banyak kinerja klub berjuluk Red Devils tersebut. Pelatih United, Ole Gunnar Solskjaer pun jadi bulan-bulanan banyak pihak.

Untungnya prediksi banyak pihak bahwa Ighalo jadi salah satu rekrutan terburuk United tak terbukti. Striker 30 tahun itu menjelma jadi idola baru publik Old Trafford. Ia bahkan digadang-gadang bakal dipermanenkan statusnya oleh pihak klub.

Ighalo memang bukan pembelian terburuk Manchester United. Dari sekian banyak pemain yang masuk ke Old Trafford, banyak pemain yang di-cap sebagai pemain gagal.

Siapa saja kira-kira pembelain terburuk Manchester United sepanjang masa? Kamu pasti gak tahu! Berikut ulasannya

William Prunier

Suporter Manchester United sempat memiliki julukan kepada pemain berposisi bek ini dengan sebutan, ‘Japp Stam berusia senja’. Ia didatangkan Manchester United pada 1995 dari Bordeaux dengan status pemain pinjaman.

Ia hanya dua kali membela Manchester United. Ia dicoret secara resmi dari skuad Manchester United saat laga kedua kala Manchester United kalah dari Tottenham Hotspur.

Kamu Pasti Gak Tahu! 5 Pembelian Terburuk Manchester United Sepanjang Masa
The Telegraph

Kepada The Telegraph, Prunier sempat mengungkapkan bagaimana kegagalannya di Old Trafford. Prunier mengaku tak menyesal pernah membela United. Justru ia mendapat banyak pelajaran berharga dengan bergabung ke United.

“Itu adalah pengalaman yang justru memperkaya perjalanan karier saya. Saya tidak pernah menyesali bergabung ke Mancheter United,” kata Prunier yang saat ini melatih klub kecil Prancis, Canet Roussillon.

Eric Djemba Djemba

Pemain ini beberapa tahun lalu sempat jadi buah bibir di pencinta sepakbola Tanah Air, pasalnya Djemba-djemba memutuskan untuk bermain tarkam di Indonesia.

Djemba-djemba sendiri dibeli Sir Alex dari klub Ligue 1, Nantes dengan harga 3,5 juta poundsterling. Sama dengan Kleberson, ia hanya memainkan 20 laga bersama Manchester United.

Berbeda dengan Prunier, Djemba-Djemba sempat mengungkap rasa penyesalannya bergabung ke Manchester United di waktu yang tak tepat.

“Kalau saya bisa mengulanginya lagi, maka saya akan pindah ke Manchester United bukan pada 2003. Saat itu mereka (United) masih memiliki Keane, Scholes, Butt, dan Phil Neville, kompetisi jadi amat sulit dan saya sedikit kesulitan,” kata Djemba-Djemba.

Kleberson

Saat Manchester United ditinggal oleh Roy Kaene, lini tengah mereka sangat kropos. Si Alex Ferguson pun kesulitan mencari pemain yang sepadan dengan Roy Keane.

Salah satu pemain yang awalnya dipercaya akan mengemban tugas berat itu ialah Kleberson, ia dibeli berbarengan saat Ronaldo datang ke Old Trafford.

Dibeli dari klub asal Brasil, Paranaense pada 2003, Kleberson hanya memainkan 20 laga dan mencetak 2 gol. Iklim sepakbola liga Primer Inggris membuat Kleberson kesulitan menampilkan permainan terbaiknya.

Bebe

Sir Alex saat merekrut Bebe pada 2010 berharap pemain asal Portugal itu bakal bisa jadi striker hebat di Old Trafford. Sayang, namanya cukup lama terdaftar sebagai skuad Manchester United yakni selama 4 tahun. Bebe hanya dua kali turun ke lapangan menggunakan jersey Manchester United. Ia gagal total.

Massimo Taibi

Kiper asal Italia ini sempat menjadi pemain Manchester United. Ia bergabung saat Sir Alex Ferguson, pelatih Manchester United sedang krisis penjaga gawang usai ditinggal oleh kiper legendaris mereka, Peter Schmeichel.

Taibi jadi pilihan yang paling masuk akal pasalnya kiper United saat itu Mark Bosnich juga tengah mengalami penurunan penampilan. Pembelian Taibi pun pada 1999 sudah diprediksi oleh banyak pihak sebagai pembelian gagal.

Taibi pun tercatat hanya bermain sebanyak 4 kali. Ironisnya sebanyak 4 kali tampil, Taibi selalu melakukan blunder, hingga fans United menjuluki eks kiper AC Milan dengan sebutan, ‘Si Buta dari Venezia’