Kamu Pasti Gak Tahu! Kabar Terbaru 5 Klub Serie A yang Beken di Era 90-an

Football5star.com, Indonesia – Bagi penggemar Liga Italia, era 90-an tentu jadi era paling berkesan menikmati panggung Serie A. Salah satu stasiun televisi swasta Tanah Air yang menyiarkan laga Serie A jadi tonton wajib para penggemar sepakbola Negeri Pizza tersebut.

Menarik untuk kembali bernostalgia dengan klub-klub yang dulu sempat menghiasi layar kaca televisi kita. Berikut kabar terakhir klub Serie A yang sempat begitu dikenal di era 90-an. Bagaimana nasibnya saat ini? Kamu pasti gak tahu kabar terbaru 5 klub Serie A yang Beken di Era 90-an.

Bari

Saat kancah Serie A Italia begitu mewabah di negeri ini, salah satu klub kecil yang cukup dikenal pencita sepakbola Tanah Air ialah Bari.

Klub berlogo ayam jantan kala itu diisi sejumlah pemain yang cukup dikenal, sebut saja Nicola Ventola, Gianluca Zambrotta, Antonio Cassano, dan Diego De Ascentis. Klub ini bahkan di 2007 sempat dilatih pelatih tersukses Italia, Antonio Conte.

Kamu Pasti Gak Tahu! Kabar Terbaru 5 Klub Serie A yang Beken di Era 90-an
cesenamio.it

Pada November 2009, klub ini alami kebangkrutan. Mereka pun terpaksa melego dua pemain bintang mereka, Leonardo Bonucci dan Andrea Ranocchia pada 2011. Petaka datang sejak saat itu, Bari terdegradasi ke kasta kedua, Serie B. Di musim ini, Bari berada di Serie C di grup C di peringkat ke-2 di bawah klub Reggina.

Salernitana

Jika dulu Bari menggunakan logo ayam jantan, ada satu klub lagi di Serie A yang juga menggunakan logo binatang yakni Salernitana.

Di era 90-an, Salernitana sempat dihuni sejumlah pemain bintang seperti Marco Di Vaio, Gennaro Gattuso, Rigobert Song, hingga Marco Zoro, bek asal Pantai Gading yang sempat jadi buah bibir akibat aksi protesnya kepada tindakan suporter yang rasis.

Kamu Pasti Gak Tahu! Kabar Terbaru 5 Klub Serie A yang Beken di Era 90-an
Pinterest

Walikota Salerno, Vincezo De Luca pada 21 Juli 2011 mengumumkan adanya investor baru yang membuat klub ini kembali mendapat suntikan dana hingga bisa kembali berlaga. Masalah keuangan memang membuat klub ini sempat bangkrut. Mereka pun harus memulai kiprahnya di tingkat amatir.

Perugia

Pada 1998, salah satu klub Serie A, Perugia membuat gerbrakan dengan merekrut pemain Jepang, Hidetoshi Nakata. Klub ini kemudian kembali membuat sensasi dengan merekrut Ahn Jung-Hwan, pemain asal Korea Selatan.

Kamu Pasti Gak Tahu! Kabar Terbaru 5 Klub Serie A yang Beken di Era 90-an
getty images

Pemain yang akhirnya membawa petaka untuk Timnas Italia di perhelatan Piala Dunia 2002. 2 tahun setelah itu nama Perugia tenggelam. Klub ini pun sempat bangkrut.

Pada 2005, Perugia dipimpin presiden baru yang memberi dana segar, Vincenzo Silvestrini. Namun masalah keuangan belum juga selesai, pada 2010 pengadilan setempat memutuskan klub ini alami kebangkrutan, bahkan pada 08 Juli 2010, nama klub ini dicabut sertifikasinya oleh Federasi Sepakbola Italia.

Di tahun ini, Perugia berlaga di pentas Serie B dan dilatih oleh mantan pelatihnya yang juga beken di era 90-an, Serse Cosmi.

Piacenza

Sebagai pemuda kelahiran Piacenza, pelatih Lazio Simone Inzaghi sempat membawa klub berlogo Serigala tersebut cukup disegani di era 90-an.

Selain Simone Inzaghi, Piacenza juga sempat dihuni oleh pemain seperti Enzo Maresca. Kiprah Piacenza di Serie A memang bak permainan yoyo yang naik turun. Piacenza yang sempat hampir lolos ke pentas Eropa kemudian harus terdegradasi.

Simone Inzaghi: Lazio Layak Menang dari Parma

Namun nama Piacenza benar-benar tenggelam setelah pada 2010/11 terdegradasi ke Serie B. Selang setahun, klub ini alami kebangkrutan. Setelah sempat bermain di tingkat amatir, pada 19 Juni 2012, klub dinyatakan bangkrut dan bubar.

Sama dengan Bari, pada tahun ini Piacenza bermain di kasta ketiga Liga Italia, Serie C.

Vicenza

Pada 1996/1997, publik Italia yang menyangka jika klub kecil seperti Vicenza berhasil juara di Coppa Italia. Saat itu Vicenza sukses meraih gelar juara setelah mengalahkan Napoli menang agregat 3-1.

Bahkan setelah itu mereka tampil di Piala Winners dan lolos ke babak semifinal sebelum dikalahkan oleh Chelsea. Vicenza saat itu dilatih oleh salah satu pelatih kawakan Italia, Francesco Guidolin. Sejumlah pemain seperti Pierre Wome, Pierluigi Brivio, hingga Ferdinando Gasparini cukup familiar di telingat pecinta Serie A Italia.

Sayang memasuki era 2000-an, Vicenza alami keterpurukan. Mereka bahkan sempat bermain di kasta ketiga Liga Italia. Bahkan mereka sempat terlilit kasus suap di 2012/13. Beruntung pada dua musim lalu, Siena dibubarkan sehingga Vicenza pun promosi ke Serie B.