Kamu Pasti Gak Tahu! Karier 5 Pemain Ini Hancur karena Barcelona

Football5star.com, Indonesia – Banyak pemain yang mendambakan kostum Barcelona. Tapi tidak sedikit pula dari mereka yang kemudian menyesal setelah membela El Barca.

Tidak semua pemain yang datang ke Barcelona menorehkan tinta emas. Sekali pun di transfer dengan harga tinggi, mereka tidak serta-merta jadi pilihan utama di sana.

Lebih buruk lagi, performa para pemain ini tidak juga membaik sekali pun telah keluar dari Camp Nou. Football5star telah merangkum lima pemain yang kariernya hancur gara-gara klub Katalonia itu.

Ibrahim Afellay

ibrahim afellay-barcelona-bleacher report
Bleacher Report

Banyak harapan yang berada di pundak Ibrahim Afellay. Namanya dikenal pertama kali 2004 silam ketika masih berseragam PSV Eindhoven. Tampil luar biasa di sana membuat dia sudah bisa bermain untuk timnas Belanda saat usia yang baru menginjak 18 tahun.

Kepindahannya ke Barcelona 2011 lalu pun tidak menimbulkan kekhawatiran yang berarti. Pasalnya El Barca dikenal sangat ramah untuk pemain-pemain asal Belanda.

Akan tetapi, anggapan tersebut tidak berlaku untuk Afellay. Ia hanya menjadi pesakitan di sana. Cedera dan gagal bersaing dengan pemain lain, sang winger pun mengalami beberapa kali masa pinjaman ke klub lain.

Ia sempat ‘disekolahkan’ ke Schalke 04. Dia juga sempat terlempar ke Yunani dengan memperkuat Olympiakos. Kariernya digadang-gadang bakal kembali saat berkostum Stoke City 2015 lalu.

Namun, performa bagusnya di Stoke City hanya bertahan dua musim saja. Kontraknya diputus pihak klub hingga membuatnya menganggur selama enam bulan sebelum PSV Eindhoven kembali menampungnya musim panas lalu.

Alex Song

alex song-barcelona
fcbarcelona.com

Blunder juga dilakukan Alexander Song 2012 lalu. Ia rela menyudahi karier cemerlang di Arsenal untuk bergabung ke Barcelona. Song saat itu memang mengakui bahwa Barca adalah klub impiannya.

Apalagi publik Kamerun banyak yang mengagumi klub Katalonia itu. Harapannya untuk menjadi pemain utama kian besar karena ia sangat terinspirasi dengan legenda Kamerun, Samuel Eto’o, yang menuai sukses besar.

Apa yang terjadi kemudian justru jauh dari harapan. Song kesulitan menembus skuat utama. Bahkan selama empat tahun di sana, ia dua kali dipinjamkan ke klub semenjana semisal West Ham United dan Rubin Kazan.

Seperti halnya Ibrahim Afellay, Alexander Song juga merasakan status pengangguran selama enam bulan. Sempat kembali bermain lagi 2018 lalu bersama klub Swiss, FC Sion, pemain yang kini baru berusia 30 tahun kembali tak memiliki klub.

Arda Turan

Arda Turan
barcablaugranes.com

Arda Turan adalah talenta terbaik Turki setelah eranya Hakan Sukur dan Emre Belozoglu. Kariernya berjalan sesuai harapan ketika berseragam Galatasaray. Pun demikian saat hijrah ke Spanyol untuk memperkuat klub ibu kota, Atletico Madrid.

Podium tertinggi juga pernah ia raih bersama Atletico saat menjuarai Liga Spanyol 2013-2014. Torehan tersebut kemudian membuat Barcelona kepincut dan menggaetnya semusim kemudian.

Namun, Arda gagal di Camp Nou. Skema permainan ala tiki-taka El Barca tidak cocok dengan karakternya yang lebih mengandalkan kelebihan individu.

Sempat melakoni 55 pertandingan bersama Azulgrana, mantan kapten timnas Turki akhirnya dipinjamkan ke Istanbul Basaksehir. Di sana, performanya sempat membaik. Tapi ulahnya di luar lapangan membuat Basaksehir membekukan statusnya.

Bojan Krkic

bojan krkic-barcelona-diario de navarra
diario de navarra

Satu nama yang sempat mencuri perhatian adalah Bojan Krkic. Dia langsung menorehkan tinta manis di Barcelona dengan langsung mencetak gol di laga debut.

Tapi apa daya, Bojan Krkic tak pernah benar-benar dibutuhkan Barca. Ironisnya, dia adalah jebolan La Masia yang kemudian terbuang ke banyak klub di banyak kompetisi.

Ya, setelah tak terpakai di Camp Nou, Krkic bagaikan kutu loncat yang selalu bergonta-ganti klub tiap musimnya. Bagaimana tidak, dari kompetisi elit seperti Serie A, Premier League, dan Bundesliga telah ia rasakan.

Tidak puas dengan itu, ia juga sampai mencicipi kompetisi ‘kelas dua’ seperti Eredivisie Belanda, dan MLS Amerika Serikat. Ya, sekarang Bojan Krkic bermain di MLS bersama Montreal Impact

Philippe Coutinho

Philippe Coutinho tak dibutuhkan Liverpool.
Sky Sports

Dari nama-nama di atas, keberadaan Philippe Coutinho bisa dikatakan yang paling mubazir. Bayangkan saja, Barca harus merogoh kocek sedalam 145 juta pounds untuk menggaetnya dari Liverpool.

Pada musim pertamanya di Camp Nou, Coutinho memang tidak mengecewakan walau tidak bagus-bagus amat juga permainannya. Tapi banyak pengamat yang menganggap performa sang gelandang terus menukik tajam.

Akhirnya Philippe Coutinho dipinjamkan Barca ke raksasa Bundesliga, Bayern Munich. Sempat tampil memukau di awal kedatangannya, Coutinho kembali jadi pesakitan di Allianz Arena.

Faktor pergantian pelatih ditengarai jadi penyebab mantan pemain Inter Milan meredup. Ketika Bayern diasuh Niko Kovac, Coutinho selalu jadi pilihan utama. Namun, saat Hansi Flick memegang kendali, ia hanya menjadi pelapis Thomas Mueller.