Kamu Pasti Gak Tahu! Rugani dan Pemain Italia di Liga Prancis

Football5star.com, Indonesia – Daniele Rugani akhirnya pindah dari Juventus. Ia pun memilih pergi ke Liga Prancis untuk memperkuat Rennes selama musim 2020-2021.

Daniee Rugani ke Rennes dengan status pinjaman tanpa opsi penebusan. Ia diharapkan bisa meraih banyak menit bermain agar bisa kembali ke tim utama Juventus musim depan.

Pilihannya ke Rennes terbilang mengejutkan. Pasalnya sang bek selama ini lebih sering dikaitkan dengan beberapa tim Premier League dan Serie A. Selain itu, kompetisi Ligue 1 dianggap juga dianggap masih setingkat di bawah Serie A.

Kendati begitu, Liga Prancis selama ini ternyata cukup  ramah untuk pemain-pemain asal Italia. Terbukti banyak dari mereka yang tampil mengesankan dan bertahan lama di sana.

Hal ini diprediksi juga akan dialami Rugani bersama Rennes. Untuk itu, Football5star telah merangkum lima pemain Italia yang sukses di Prancis:

  • Marco Verratti
Marco Verratti mengaku terkejut oleh putusan Mauro Icardi bergabung dengan PSG.
dailymail.co.uk

Marco Verratti bisa dibilang sebagai pemain Italia tersukses di Prancis. Bergabung sejak 2012 lalu, ia selalu sukses membawa Paris Saint-Germain merengkuh gelar juara.

Padahal ketika pindah 2012 lalu usianya baru 18 tahun. Hebatnya lagi dia langsung menjadi andalan di lini tengah PSG dengan total penampilan 319 laga. Terbanyak dari pemain Italia mana pun yang pernah main di Ligue 1.

Peran Verratti juga berbanding lurus dengan raihan trofi yang dia dapatkan. Total 18 trofi berhasil dia menangkan. Di antaranya tujuh gelar Ligue 1, enam Piala Prancis, dan enam Piala Super Prancis.

  • Flavio Roma
Gentside Sport

Nama Flavio Roma mungkin tidak begitu tenar di Italia. Maklum saja, selama bermain di tanah kelahiran, dia hanya memperkuat tim-tim semenjana. Namanya baru diperhitungkan ketika hijrah ke AS Monaco 2001 silam.

Sang penjaga gawang pula yang membawa AS Monaco menembus final Liga Champions untuk pertama kalinya 2002 silam. Roma pun bertahan di sana selama delapan tahun sebelum akhirnya pindah ke AC Milan.

Tapi di Milan dirinya hanya jadi pelapis. Pada 2012 sang kiper pun mmeilih kembali ke Monaco. Tampil dalam 248 penampilan, pria yang kini berusia 46 tahun akhirnya pensiun di AS Monaco pada 2014 lalu.

  • Mario Balotelli
Mario Balotelli - Parma - The National
The National

Kelakuan Mario Balotelli memang jadi bumerang untuk kariernya. Baik ketika merumput di Premier League maupun Serie A, ia selalu dekat dengan masalah, baik di dalam maupun luar lapangan.

Tapi ketika merumput di Prancis, Mario Balotelli mulai berubah. Kendati tidak pernah memenangkan gelar bersama Marseille dan Lille, kiprahnya di Prancis cukup sukses. Bahkan bersama Lille musim 2017-2018 ia berhasil mengoleksi 18 gol. Jumlah ini sekaligus yang tertingginya dalam semusim kompetisi.

Pindah ke Marseille, si anak bengal kembali tampil mengesankan. Walau hanya bermain 15 kali dia mampu mengoleksi delapan gol. Kegemilangan Balotelli di Liga Prancis tak berbekas kala kembali ke Serie A bersama Brescia musim lalu. Seperti yang sudah-sudah, ia kembali berulah.

  • Fabrizio Ravanelli
Getty Images

Salah satu legenda Italia yang pernah berkarier di Liga Prancis adalah Fabrizio Ravanelli. Setelah sukses besar bersama Juventus, Ravanelli memang memiliki karier yang aneh. Dia pernah ke Middlesbrough, Derby County, Dundee FC, dan Marseille.

Dari keempat klub itu, di Marseille lah Ravanelli meraih sukses. Dia pindah ke kota pelabuhan pada 1997 dan bertahan selama tiga musim di sana. Ravanelli sukses mencetak 28 gol dari 64 pertandingan.

Musim terbaiknya di Marseille terjadi pada musim 1998-1999. Ketika itu ia mengoleksi 13 gol. Catatan ini jadi yang terbaik Ravanelli dalam semusim selama bermain di luar Italia.

  • Fabio Grosso
Le Progres

Pertama kali mencuat usai membawa Italia juara Piala Dunia 2006, Fabio Grosso langsung jadi incaran tim-tim besar Serie A. Ia yang sebelumnya memperkuat Palermo akhirnya pindah ke Inter Milan.

Tapi di Inter Milan Fabio Grosso tampil mengecewakan. Dia hanya bertahan semusim sebulm akhirnya menerima pinangan Olympique Lyon 2007 silam. Bersama Lyon pula performa apiknya selama berseragam Italia terulang.

Selama dua musim di Lyon, dia sukses memenangkan treble winner pada musim perdana. Tiga trofi yang dia menangkan adalah Ligue 1, Piala Prancis, dan Piala Liga Prancis. Dua musim di sana, Fabio Grosso mencatatkan 53 penampilan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More