Kapan Manchester United Menuai Hasil dengan Rekrut Diallo dan Pellistri?

Football5star.com, Indonesia – Di bawah kepemimpinan Ole Gunnar Solskjaer, Manchester United sudah mendatangkan dua pemain muda. Yang pertama adalah winger asal Uruguay, Facundo Pellistri dan teranyar adalah pemain asal Pantai Gading, Amad Diallo.

Kedatangan dua pemain muda tersebut diyakini banyak pihak sebagai salah satu cara Solskjaer dan manajemen United untuk membangun kerangka tim di masa depan. Untuk dapatkan dua pemain muda itu, United habiskan dana 36 juta euro, 15 juta untuk Pellistri dan Diallo sebesar 21 juta.

amad diallo-brfootball
@brfootball

Solskjaer menegaskan dua pemain itu datang memang untuk proyeksi untuk masa depan. “Dia merupakan pemain yang diproyeksikan untuk masa depan, mungkin tidak untuk sekarang karena dia masih 18 tahun,” kata Solskjaer saat memperkenalkan Pellistri.

“Sebagai sebuah klub, kami telah mengikuti Amad selama beberapa tahun dan telah mengawasinya, saya yakin dia adalah salah satu prospek muda paling menarik di masa depan.” ungkap Solskjaer soal Diallo seperti dikutip Football5star.com dari laman resmi klub, Senin (11/1/2021).

Kapan United bisa tuai hasil dengan datangkan dua pemain muda tersebut?

Dengan kondisi United saat ini yang puasa gelar Liga Inggris selama 7 musim dan 12 musim tak raih Liga Champions. Kedatangan dua pemain muda bisa saja dianggap mubazir.

Tentu akan sangat terlalu berlebihan jika berharap dua pemain ini bisa langsung tunjukkan taji di dua atau tiga musim mendatang. Meski khusus untuk Pellistri ia mampu menunjuukan perfomance gemilang di tim U-23. Pellistri di tim U-23 telah mencetak tiga gol dari empat laga.

Ambil contoh misalnya soal Scott McTominay. Pemain ini membutuhkan waktu setidaknya 10 tahun lebih untuk namanya jadi sorotan seperti sekarang. McTominay ialah jebolan akademi United pada 2002.

Artinya terlepas dari kemampuan bagus Diallo dan Pellistri, ada resiko besar bagi Manchester United dengan mendatangkan dua pemain muda itu. Apapun bisa saja terjadi di tahun-tahun mendatang.

Mungkin cedera, percaya diri yang kurang, rindu kampung halaman, atau dianggap tidak berkembang seperti pemain yang diharapkan jadi momok yang bisa gagalkan Manchester United tuai hasil dari dua pemain muda itu.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More