Karier Witan Sulaiman Tak Lepas dari Perjuangan Orang Tuanya

Football5Star.com, Indonesia – Karier Witan Sulaiman boleh dibilang tak lepas dari perjuangan kedua orang tuanya. Bahkan, saat mau menimba ilmu di Diklat Ragunan, sang ayah yang mengantarkannya jauh-jauh dari Palu.

Saat ini, Witan memang terbilang dalam karier yang mulai menanjak. Keberhasilannya bersama Timnas Indonesia berbagai kelompok usia membuat salah satu klub Serbia, FK Radnik Surdulica meminangnya.

Akan tetapi, semua itu tak akan bisa diraih oleh Witan Sulaiman tanpa usaha orang tuanya. Pemain berusia 18 tahun itu bercerita soal perjuangan sang ayah yang mengeluarkan uang sendiri untuk dirinya agar bisa berguru di Diklat Ragunan.

Witan Sulaiman Bergabung, FK Radnik Surdulica Jadi Berbahasa Indonesia

“Iya, saya datang seleksi ke ragunan, itu sangat sulit saat itu. Soalnya orang tua biayai sendiri, bapak saya sangat mendukung, jadi dia mengantarkan saya ke Ragunan seleksi di sana,” ungkap Witan Sulaiman dalam YouTube Garuda Nusantara.

“Sebelum ke ragunan, saya kenal sama Egy dan teman2 di U-16 sudah sekolah di sana duluan. Dikasih tahu, dikasi tips dan triknya,” sambung dia.

Sejak kecil, Witan sendiri bercerita kalau memang sudah bermain di gelandang. Lalu, saat bersama Indra Sjafri di Timnas U-19, dia diperintahkan untuk main di posisi sayap.

“Dari kecil si main di gelandang, lalu di U-19 baru wing kiri kanan. Itu pun bukan murni. Saya diminta agak ke dalam agar bisa jadi gelandang. Bukan di pinggir, jadi saya bisa masuk ke dalam. Kalau saya sukanya jadi nomor 10, karena says suka situasi begitu,” tutup Witan Sulaiman.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More