Pedih, Messi Ternyata Sering Di-bully di Akademi La Masia

Football5star.com, Indonesia – Lionel Messi saat ini adalah fenomena sepak bola. Tapi, tahukah Anda, saat baru bergabung dengan akademi La Masia Barcelona, pemain asal Argentina itu sering di-bully rekan-rekannya.

Lionel Messi bergabung dengan La Masia di usia 13 tahun. Sebagai anak baru dan tak bisa bahasa Spanyol, ia pun harus pasrah dipelonco para seniornya.

“Rekan-rekan saya di La Masia besar-besar, mereka kasar dan jujur saja, mereka brengsek. Mereka sama sekali tidak peduli dengan saya, dan mereka selalu bicara dengan bahasa Catalan,” kata Messi kepada Sin Cassette.

Lionel Messi Dugout
Dugout.com

Tak hanya rekan-rekannya, pelatih Messi di La Masia juga kejam. Sang pelatih bahkan menginstruksikan para pemain untuk mengasari Messi di lapangan.

“Rekan-rekan saya bilang bahwa pelatih mengucapkan ‘Anak ini (Messi) yang datang dari luar negeri, dia tidak boleh bertahan di sini. Kita harus menyingkirkan dia’.”

Situasi Messi benar-benar sulit. Ia masih 13 tahun, tak mengerti bahasa Spanyol, dan harus memberi kesan positif kepada pelatihnya agar dapat kontrak dan suntikan hormon.

Ya, Messi saat itu memang memiliki masalah hormon dan biaya kesembuhannya ditanggung Barcelona. Tekanan makin berat karena Messi cuma hidup berdua dengan ayahnya di Barcelona. Ibu dan keluarganya tetap di Argentina.

“Saya sering menangis sendirian. Saya masuk dan mengunci kamar. Saya tak mau ayah tahu.”

Lionel Messi Tribuna
Tribuna

Tapi, semuanya berubah pada 2002. Pada sebuah turnamen di Italia, Messi berkenalan dengan Cesc Fabregas dan Gerard Pique.

“Awalnya kami kira Messi itu bisu, tapi dia selalu berbicara dengan permainannya di lapangan,” kata Fabregas kepada Four-Four Two.

Dari sana, Messi mulai bersahabat dengan Pique dan Fabregas. Ia kemudian berhasil membaur dengan rekan-rekannya yang lain di La Masia.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More