Kasihan Pemain yang Gajinya Kecil Kalau Cuma Dibayar 25%

Football5Star.com – Pemain Persiraja Banda Aceh, Miftahul Hamdi, menghormati keputusan PSSI soal gaji 25% dari nilai kontrak. Tapi, dia kasihan dengan pemain yang gajinya kecil kalau hanya dibayarkan 25 persen saja.

PSSI sudah memutuskan kalau klub-klub boleh membayarkan gaji pemain maksimal 25% dari nilai kontrak dalam periode Maret-April-Mei karena penundaan kompetisi. Keputusan itu jua hasil dari duduk bersama PSSI, PT Liga Indonesia Baru, dan klub Liga 1 2020.

Miftahul Hamdi sendiri sebenarnya tak masalah. Tapi dia pribadi berharap angka yang bisa didapatkan lebih tinggi lagi dari 25 persen. Meski memang, Persiraja masih membayarkan gaji pemain secara penuh pada Maret ini.

miftahul hamdi-persiraja
@persirajaupdate

“Ya menurut saya kalau bisa, mudah-mudahan dapat 50 persen. Setengahnyalah dari biasanya. Dari pemain kalau saya sendiri dapat 25 persen pasti dikit banget. Apalagi kalau sudah berkeluarga,” bilang Miftahul Hamdi saat dihubungi wartawan.

“Apalagi pemain bola hampir 90 persen pekerjaanya hanya di sepak bola. Mungkin hanya 10 persen yang punya sampingan. Mudah-mudahan dari manajemen bisa mengerti, dari PSSI juga paham,” lanjut dia.

Asosiasi Pesepak bola Profesinal Indonesia (APPI) jua baru-baru ini akan membantu pemain dalam mendapatkan hak yang adil. Sebab, mereka merasa tak diajak bicara oleh klub, PSSI, maupun LIB.

“Harusnya sama-sama dapat solusi yang terbaik antara pihak manajemen dan pemain, jangan diputuskan hanya satu pihak. Inikan ada APPI mau bantu kita pemain solusinya bagaimana. Ya kalau bisa gaji di atas 25%. Kalau gak bisa 50 ya 40 kan. Yang penting agak lebih,” papar dia.

“Tahu sendiri lah gaji pemain bola beda. Apalagi mengingat ini ke depan mulai puasa, nanti juga lebaran ada kebutuhan pastinya,” tutup dia.