Kasus George Floyd Mengundang Perhatian Bek Berdarah Indonesia

Football5star.com, Indonesia – Kasus viral terkait aksi kekerasan polisi Amerika Serikat terhadap laki-laki Afrika Amerika, George Floyd mengundang perhatian bek berdarah Indonesia yang bermain di Leeds United, Pascal Struijk.

Melalui akun Instagram miliknya, Struijk mengunggah video detik-detik aksi kekerasan yang dilakukan saat menangkap Floyd. Video itu sendiri didapat Struijk dari Instagram Shaun King, aktivis kemanusian kelahiran Kentucky, Amerika Serikat.

Pemain Keturunan Indonesia Ini, Pascal Struijk Diprediksi Marc Overmars Jadi Bintang
The72.co.uk

Sebelumnya, pebasket NBA LeBron James juga angkat bicara terkait kasus rasial ini. “Apakah kamu paham SEKARANG!!?? Atau apakah itu masih terlihat kabur untukmu?? #StayWoke,” tulis LeBron di akun Instagram miliknya.

George Floyd dilaporkan tewas pada Senin (24/5) setelah lehernya diinjak oleh anggota polisi. Insiden itu terekam dan videonya menyebar di media sosial.

Dikutip dari AFP, Floyd awalnya ditangkap dengan sangkaan ringan karena diduga menggunakan uang palsu untuk belanja di sebuah toko swalayan.

Dalam video itu, polisi menjatuhkan tubuh George ke tanah sementara petugas lain menginjakkan lututnya ke leher. “Lututmu di leherku. Saya tidak bisa bernapas. Mama. Mama,” kata Floyd meminta ampun.

Kematian dari Floyd sendiri seperti dikutip dari bbc, Kamis (28/5/2020) memicu gelombang protes di Amerika Serikat. Demonstran yang menuntut pertanggungjawaban berkumpul di jalanan Minneapolis. Namun aksi itu berujung ricuh.

Aparat menembakkan peluru karet dan gas air mata kepada ribuan demonstran yang marah. Empat anggota polisi yang diduga terlibat dalam kematian pria 46 tahun itu telah dipecat. Jaksa juga telah meminta FBI untuk menyelidiki kasus ini.

“Saya ingin para petugas itu didakwa melakukan pembunuhan, karena itulah yang mereka lakukan,” kata Bridgett Floyd, saudara perempuan George, di televisi NBC.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More