Kasus Match Fixing yang Melibatkan Pemain LaLiga Diselidiki

Football5star.com, Indonesia – Pihak kepolisian Spanyol dikabarkan akan bergerak cepat untuk menyelidiki kasus dugaan match fixing yang melibatkan pemain LaLiga.

Dikutip Football5star.com dari marca, Sabtu (16/5/2020) pihak kepolisian tengah mengawasi mantan striker Real Betis dan Getafe, Jorge Molina yang diduga terlibat skandal pengaturan skor pada pertandingan di akhir musim 2018-19.

Pada musim 2018-19, pihak kepolisian Spanyol menduga bahwa dua tim, Getafe dan Valencia yang bersaing untuk mendapat tiket Liga Champions melakukan tindakan pengaturan skor.

Kasus Match Fixing yang Melibat Pemain LaLiga Diselidiki
marca

Pada pekan terakhir di musim itu, Valencia yang melawan Real Valladolid menang 2-0 sedangkan Getafe bermain imbang 2-2 melawan Villarreal. Hasil ini membuat Valencia yang mendapat tiket Liga Champions musim 2019-20.

Atas rekomendasi dari seorang hakim, polisi mencurigai bahwa pertandingan Getafe memiliki dugaan pengaturan skor. Nama Jorge Molina sendiri terseret karena laporan dari sejumlah pihak, termasuk mantan pemain seperti Carlos Aranda dan Paco Esteban.

Dalam pesan WhatsApp yang diterima pihak kepolisian, Molina menjadi pengatur untuk pengaturan pertandingan tersebut. Kabarnya Aranda dan Esteban mendapat sogokan sebesar 10ribu euro.

“Tujuh pemain Villarrreal telah diberi dua juta euro. Tetapi jika Getafe tidak menang itu tidak cukup. Getafe harus menang dan Villarreal harus kalah,” kata Esteban dalam percakapan WhatsApp dengan Molina.

Dalam pesan audio yang diterima pihak kepolisian, ketiga pemain tersebut berusaha sedemikian rupa mengatur hasil pertandingan kedua tim di pekan terakhir. Tujuannya ialah meloloskan Getafe ke Liga Champions.

“Jika pertandingan sesuai dengan keinginan maka dia (Molina) akan menghabiskan uang dua setengah juta sampai tiga juta euro, tetapi Liga Champions akan memberikan 40 juta euro,” kata Esteban.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More