Kebijakan Dilematis Sarri di Chelsea

Banner Footbal Live Star-Football5star
Football5star.com, Indonesia – Tidak ada proses yang instan untuk mencapai hasil maksimal. Hal itu pulalah yang dialami para pemain Chelsea sejak kedatangan Maurizio Sarri pada Juli lalu.

Pria berumur 59 tahun tersebut menggantikan Antonio Conte yang gagal mengamankan tiket Liga Champions 2018-19.

Keduanya ibarat manajer dari kutub yang berbeda. Conte lebih mengandalkan serangan balik, sedangkan Sarri menggemari permainan ofensif dan banyak menguasai bola.

Maurizio Sarri genjot para pemain Chelsea lewat latihan berat-Football5star
Maurizio Sarri genjot para pemain Chelsea lewat latihan berat. Foto: Mirror

Oleh sebab itu, para pemain digenjot melalui latihan keras agar dapat mengimplementasikan keinginan Sarri di lapangan.

“Ini filosofi baru. Kami berlatih sangat keras. Ada sesi tambahan untuk memahami dan menyempurnakan itu. Kami berusaha menekan dan belajar bagaimana taktiknya,” kata Ruben Loftus-Cheek, soal metode latihan Sarri.

Pada awal musim, performa Chelsea belum sesuai harapan Sarri. Tengok saja ketika The Blues kalah 0-2 dari Manchester City pada 5 Agustus lalu.

Selama pramusim, beberapa pemain kunci yang tampil di Piala Dunia 2018 belum kembali karena mendapat libur ekstra.

“Saya baru datang ke sini tiga pekan lalu dan hanya bertemu dengan enam pemain. Itu cukup sulit. Kami punya ide untuk menekan, tetapi tidak bisa langsung dilakukan,” kata Sarri.

Seiring berjalannya waktu, para pemain Chelsea semakin menyesuaikan diri dengan filosofi manajer barunya.

The Blues pun mampu memenangi lima laga awal di Premier League. Catatan penguasaan bola (65,8 persen) dan akurasi umpan (89 persen) mereka tertinggi kedua setelah Man. City.

 

Memakan Korban

Sarri tidak punya opsi lain. Manajer asal Italia tersebut memainkan para pemain inti hampir di setiap pertandingan.

Tujuannya hanya satu, yakni supaya identitas permainan baru Chelsea yang diinginkannya cepat terbentuk.

Di sisi lain, kebijakan Sarri memakan korban. Beberapa pemain yang sempat menjadi andalan Conte kini hanya duduk manis di kursi cadangan dan minim kesempatan bermain.

gary cahill korban kedatangan maurizio sarri ke chelsea-guardian-football5star
Gary Cahill (Kanan) korban kedatangan Maurizio Sarri ke Chelsea. Foto: Guardian

Meski berstatus kapten, Gary Cahill belum sekali pun dimainkan pada musim ini. Cahill tidak menutup kemungkinan untuk hengkang pada Januari mendatang.

“Saya bukan pemain yang bisa menerima saat tidak dimainkan,” keluh pemain berusia 32 tahun itu. “Saya sangat menghormati semua yang ada di klub ini, tetapi Anda harus mengambil keputusan yang sulit demi mempertahankan karier.”

Waktu istirahat para pemain Chelsea lebih minim. Mereka harus bermain di Liga Europa pada Kamis malam, sedangkan akhir pekannya kembali bertanding di kompetisi domestik.

Kendati begitu, Sarri tidak bisa melakukan rotasi yang ekstrem. Sekalipun saat melawan klub Yunani, PAOK FC, di Liga Europa beberapa waktu lalu.

Fisik beberapa pemain Chelsea mulai terkuras, seperti Eden Hazard dan David Luiz. Keduanya absen ketika menyambangi markas PAOK, begitu pula Mateo Kovacic yang cedera ringan.

Sarri harus putar otak dan membuat Chelsea lebih cepat beradaptasi dengan filosofinya. Apabila itu telah berhasil, otomatis rotasi bisa dilakukan.

Selain menghindarkan para bintangnya dari kelelahan dan cedera, sejumlah pemain pun bisa mendapat kesempatan bermain.

Di kursi cadangan, Chelsea masih memiliki para pemain yang berkualitas seperti Cesc Fabregas. Ada pula pemain-pemain berbakat yang butuh waktu bermain, antara lain Ethan Ampadu, Loftus-Cheek dan Callum Hudson-Odoi.