Kekalahan dari United Membuat Pemain PSG Depresi

Football5star.com, Indonesia – Pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Thomas Tuchel mengakui anak asuhnya sempat mengalami depresi. Perasaan tersebut muncul setelah PSG takluk dari Manchester United dengan skor 3-1. Kekalahan tersebut membuat langkah Le Parisien, julukan PSG, terhenti di babak 16 besar Liga Champions.

PSG memang lebih dijagokan untuk lolos ke babak perempat final. Pada pertemuan pertama, PSG unggul dengan skor 2-0. Pertandingan tersebut digelar di markas Manchester United, Old Trafford. Secara matematis, Le Parisien berpeluang lolos dengan keunggulan agregat 2-0.

“Semua orang kesal. Sulit untuk menganalisis pertandingan. Saya pikir itu adalah kecelakaan dan tidak ada penjelasan logis. Kami mengendalikan pertandingan, tetapi ketegangan makin bertambah ketika pertandingan berjalan,” ujar Thomas Tuchel dilansir Football5star dari Goal.

Gianluigi Buffon - Manchester United - Paris Saint-Germain - Football5starGianluigi Buffon - Manchester United - Paris Saint-Germain - Football5star
itv.com

Tak hanya memutus langkah Paris Saint-Germain di Liga Champions, kekalahan tak logis itu bahkan membuat para pemain depresi dan enggan bermain. Para pemain menolak untuk bermain karena masih terbayang dengan kekalahan yang menyakitkan.

“Beberapa hari pertama setelah kekalahan, para pemain tidak ingin bermain, tetapi mereka tidak punya pilihan. Kami harus menyelesaikan musim ini.”

Tuchel sebagai pelatih memberikan motivasi kepada para pemain. Baginya, kekalahan dalam sebuah pertandingan olahraga adalah hal yang biasa.

“Kamu harus tahu bagaimana menerima kekalahan dan terus berjalan. Itu olahraga. Kami memiliki kesempatan untuk bangkit kembali seperti juara, dan itulah tantangan kami. Untuk saya dan staf pelatih, kami wajib mendorong para pemain setiap hari. Bermain (pada hari Selasa) adalah obat terbaik.”

Comments
Loading...