Kemegahan Khalifa International Stadium, Tempat Laga Liverpool vs Flamengo

Football5star.com, Indonesia – Khalifa International Stadium jadi tempat pertandingan final Piala Dunia Antarklub 2019 antara Liverpool vs Flamengo, Sabtu (21/12/2019). Terlepas dari isu pelanggaran hak asasi kaum pekerja pembangunan stadion ini, Khalifa International Stadium merupakan salah satu stadion terbaik di Timur Tengah.

Berlokasi di Al-Waab Street, Baaya, Qatar, stadion ini mulai dibangun pada 3 Maret 1976. Kala itu, Qatar untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah Piala Teluk 1976. Dikutip Football5star.com dari sc.qa, Jumat (20/12/2019) pada 1992 stadion ini kembali digunakan untuk perhelatan Piala Teluk 1992.

Setelah cukup lama tak mengalami renovasi, baru pada 2005 stadion ini diubah menjadi lebih modern. Perhelatan Asian Games 2006 jadi kompetisi internasional pertama yang dihelat di stadion ini setelah di renovasi.

Desain renovasi stadion diperkenalkan ke publik pada November 2014 saat perhelatan Piala Teluk ke-22 di Riyadh, Arab Saudi. Saat itu, desain Khalifa International Stadium banyak mendatangkan pujian karena lebih modern dan futuristik.

Renovasi stadion mengubah bentuk atap. Bentuk mangkuk dengan lengkungan khas stadion di Eropa di pilih untuk renovasi stadion ini. Pemerintah Qatar juga menambahkan 12 ribu tempat duduk tambahan. Meski mengalami renovasi yang lebih modern, sejumlah fitur lama seperti lengkungan kembar yang jadi ikonik stadion ini tetap dipertahankan.

Menurut sejumlah pejabat di kementerian olahraga Qatar, desain lengkungan dipertahankan karena mengandung banyak nilai filosofis dan sejarah. Lengkungan tersebut merupakan simbol yang menghubungkan masa lalu ke masa depan stadion ini.

Renovasi stadion ini untuk bagian atap saja kabarnya membutuhkan banyak bahan baku, mulai dari beton, hingga kabel baja. Total ada kabel baja seberat 4000 ton yang digunakan.

sc.qa

Untuk pembangunan atap itu sendiri, pemerintah Qatar mendatangkan operator spesialis derek dari India untuk memasang lengkungan di atap stadion. Stadion ini sendiri masuk dalam kawasan Aspire Zone, salah satu kawasan milik dari Aspire Academy.

Salah satu akademi terbaik sepak bola di Asia. Aspire Academy Akademi Aspire sendiri sudah mengakuisisi dua kesebelasan di luar Qatar, seperti Cultural y Deportiva Leonesa yang bermain di Segunda Division B Spanyol dan KAS Eupen yang bermain di kompetisi tingkat tertinggi Belgia yang sempat dilatih oleh Claude Makelele.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More