Kenapa Yaya Toure Benci Setengah Mati kepada Guardiola?

Football5star.com, Indonesia – Yaya Toure dan Pep Guardiola adalah legenda sepak bola. Keduanya memenangkan banyak gelar bersama. Tapi, tahukah Anda bahwa keduanya saling membenci?

Yaya Toure dan Guardiola pertama kali bertemu di Barcelona. Mereka bekerja sama selama tiga musim (2008-2010) dan memenangi tujuh gelar. Namun, hubungan keduanya tak akur.

Mereka bahkan jarang sekali bicara. Untuk memberi instruksi kepada Toure, Guardiola harus bicara dulu kepada Samuel Eto’o yang kemudian menyampaikannya kepada pemain asal Pantai Gading itu.

Masalah jadi tambah rumit ketika Guardiola lebih memilih Sergio Busquets. Padahal nama terakhir saat itu baru promosi dari La Masia dan tak punya jam terbang seperti Toure. Pada akhirnya, Guardiola menjual Toure ke Manchester City pada 2010.

“Kami selalu melihat satu sama lain dengan aneh. Guardiola selalu membuang muka dan memberi instruksi, tapi tidak mau bicara kepada saya. Saya pikir dia cuma mau balas dendam. Dia melihat saya seperti rival,” kata Toure di France Football.

“Dia jahat dengan saya. Saya mulai berpikir ini mungkin karena warna kulit saya. Dia punya banyak sekali masalah dengan pemain Afrika.”

Kenapa Yaya Toure Benci Setengah Mati dengan Guardiola
Getty Images

Keduanya kemudian bertemu lagi di City pada 2016. Begitu tiba, Guardiola langsung menyuruh Yaya Toure pindah. Sang pemain kemudian memberikan perlawanan dan menolak perintah manajernya.

Guardiola pun kemudian “mengasingkan” Toure. Ia juga tak memasukkan nama sang gelandang di skuat Liga Champions 2016/2017.

“Apa yang bisa saya lakukan? Pelatih tak mau saya bermain. Pekan demi pekan, saya coba mengatasi rasa frustrasi saya,” ucap Toure.

Pada akhirnya, sang pemain memilih pergi pada 2018. Guardiola juga melarang ada laga perpisahan untuk Toure.

“Dia menghentikan saya berbagi dengan Manchester City, terutama perpisahan seperti yang didapat Andres Iniesta atau Gianluigi Buffon,” ia mengakhiri.