Kenny Dalglish: Sang Kesatria Anfield

Football5star.com, Indonesia – Liverpool pada akhir musim 1976-77 tak kuasa menahan kepergian mesin gol mereka, Kevin Keegan ke Hamburger SV. Sebagai penggantinya, manajemen Liverpool merekrut bomber ganas Skotlandia, Kenny Dalglish.

Akhir 60-an dan awal 70-an, klub Skotlandia, Celtic memang miliki pemain dengan torehan gol fantastis. Total 112 gol dicetak pemain bernomor punggung 8 itu untuk publik Celtic Park. Tak heran jika Liverpool sangat bernafsu memboyongnya ke Anfield.

Kenny Dalglish itu pun mulai menapaki peran kesatria di klub kota pelabuhan tersebut. Bernama lengkap Kenneth Mathieson Dalglish, striker bertinggi badan 1,73 meter ini memang lahir dan besar di Glasgow.

Kecintaan putra dari seorang insinyur ini kepada sepak bola dimulai saat ia bersekolah di Miltonbank. Saat bersekolah di Miltonbank, Kenny bermain sepak bola dan berposisi sebagai penjaga gawang.

Kenny Dalglish: Sang Ksatria Anfield
independent.co.uk

Kecintaan terhadap sepak bola

Dalglish semakin lekat dengan dunia si kulit bundar karena lingkungan tempatnya tinggal merupakan daerah sepak bola. Berusia 15 tahun, keluarga Kenny pindah ke kawasan Govan, dekat Ibrox. Mulai dari sana ia tumbuh menjadi Glasgow Rangers.

Karier junior Kenny terus bersinar. Di level sekolah menengah atas, Kenny berhasil membawa sekolahnya meraih kompetisi. Salah satunya ialah gelar Piala Skotlandia saat membela Glasgow Schoolboys.

Tak lama setelah berhasil meraih gelar tersebut, Kenny mencoba peruntungan dengan ikuti seleksi akademi West Ham dan Liverpool. Sayang ia gagal lolos seleksi.

Ia tak menyerah dan pada 1969 bergabung ke akademi Cumbernauld United. Semusim ia berada di akademi itu dan pindah ke akademi Glasgow Celtic. Tak butuh lama baginya untuk naik ke tim utama Celtic.

Setahun berada di tim akademi, Kenny naik kasta ke tim utama Celtic. Padahal selama semusim di tim junior, ia hanya torehkan 4 gol dari 17 pertandingan.

Namun yang membuatnya jadi spesial di mata tim pelatih Celtic ialah kemampuannya bermetamorfosa saat di-plot jadi pemain tengah. Berkarier di tim utama, Dalglish jadi pujaan tim berjuluk The Bhoys tersebut.

Sebelum resmi pindah ke Anfield, Kenny Dalglish torehkan 112 gol, 4 gelar Liga Skotlandia, 4 gelar Piala Skotlandia, dan 1 gelar Piala Liga Skotlandia.

Kepindahannya ke Anfield pada 10 Agustus 1977 menciptakan pertautan antara pendukung kedua tim yang kemudian dikenal dengan nama Dublin Decider.

Uang sebesar 440.000 poundsterling yang dibayarkan Liverpool ke Celtic membuat Dalglish jadi salah satu pemain termahal pada era tersebut.

Karier emas King Kenny

Tak butuh lama untuk Dalglish membuat publik Anfield tersenyum. Pada laga debutnya 13 Agustus 1977, ia langsung membawa Liverpool meraih gelar saat mengalahkan Manchester United di ajang Community Shield.

Selang satu minggu kemudian, ia torehkan gol perdana untuk The Reds. Gol debutnya dicetak saat Liverpool bertemu Middlesbrough di Liga Inggris. Meski pada laga tersebut Liverpool hanya bermain imbang 1-1 dengan The Boro.

Kenny Dalglish: Sang Ksatria Anfield
telegraph.co.uk

Meski tak berhasil membawa Liverpool juara Liga Inggris musim pertamanya, Dalglish justru membawa The Reds berjaya di Eropa. Ia menjadi pahlawan bagi Liverpool saat bertemu klub Belgia, Club Brugge di final European Cup (cikal bakal Liga Champions).

Gol tunggal Dalglish pada menit ke-64 berhasil membawa publik Anfield mempertahankan gelar yang diraihnya musim sebelumnya dan sekaligus gelar ke-2 Liverpool di Liga Champions.

Kegemilangan pemain yang mendapat julukan King Kenny oleh publik Anfield ini berlanjut pada musim kedua. Ia sukses menorehkan 21 gol dan dinobatkan menjadi pemain terbaik di musim itu oleh Football Writers’ Association.

Pada musim itu juga ia berhasil membawa Liverpool meraih gelar juara Liga Inggris. Di klasemen akhir, Liverpool berhasil mematahkan dominasi Nottingham Forest.

The Reds keluar sebagai juara dengan terpaut 8 poin dari Nottingham. Sayang, tuahnya tak keluar saat Liverpool bermain di European Cup musim itu.

Berstatus juara bertahan, The Reds justru ditumbangkan oleh tim yang berhasil mereka kalahkan di perebutan gelar juara Liga Inggris, Nottingham Forest.

Peran lain King Kenny

Nama Dalglish semakin harum di Anfield tak kala manajemen datangkan striker asal Wales, Ian Rush. Dalglish mengakui bahwa Rush ialah pasangan terbaiknya di lini depan Liverpool.

“Rush adalah pasangan terbaik yang saya miliki di Liverpool. Kami juga memainkan peran yang seringkali luput dari pengamatan orang-orang.” ucap Dalglish.

Maksud dari Dalglish soal peran lain itu ialah menjadi pemain pertama di barisan pertahanan saat skema serangan balik tim lawan. Dalglish menyebut saat Liverpool dilatih oleh Bob Paisley, sang pelatih memang memberikan instruksi khusus untuknya dan Rush.

“Ketika lawan menguasai bola, Rushie dan saya bekerja keras agar gelandang dan para pemain belakang memiliki waktu untuk kembali mengatur posisi”

Kepercayaan manajemen dan publik Anfield begitu besar. Di musim 1985-86, ia didaulat menjadi player-manager. Peran itu dilakoninya dengan cukup sempurna.

Dari sekian banyak momentum King Kenny, satu momentum yang mungkin akan selalu diingat oleh publik Anfield ialah saat ia dengan jiwa ksatria datang ke pemakaman korban tragedi Hillsborough. Publik Anfield menggambarkan kehadiran Kenny sangat kolosal dan heroik.

Comments
Loading...