Kerasnya Anatoli Polosin: Pemain Disuruh Lari di Gunung Bak Kopassus

Football5Star.com, Indonesia – Kerasnya metode latihan Anatoli Polosin saat membawa Timnas Indonesia raih emas SEA Games 1991 silam masih teringat betul oleh Aji Santoso. Dia bercerita kalau dahulu pemain latihan di gunung seperti Kopassus.

“Memang Alhamdulillah SEA Games kita juara di Filipina, semifinal lawan Singapura, final lawan Thailand dan juara. Prosesnya itu yang perlu diketahui, karena pelatih kita Anatoli Polosin, sangat keras,” buka Aji Santoso.

Dalam Youtube Persebaya, Aji bercerita kala itu metode latihan Polisin memang sangat keras. Saat itu sepak bola tak seperti sekarang, dahulu lebih mengandalkan fisik. Hal itulah yang ditanamkan oleh pelatih asal Rusia itu.

“29 tahun yang lalu bagaimana sepak bola kuat, harus bisa 90 menit. Waktu itu persiapan pelatih sangat luar biasa berat. Bahkan setiap hari selesai latihan selalu ada lari 15 menit dengan kecepatan tinggi,” papar dia.

Anatoli Polosin, kata dia, menyuruh pemainnya lari di gunung untuk mempersiapkan fisik pemainnya. Intensitas latihannya jua meningkat tiap harinya. “Hari pertama satu kali, hari kedua dua kali, lalu tiga kali. Jadi setelah itu lari di gunung tiga kali,” sambung Aji Santoso.

Pelajaran Berharga

“Yang namanya gunung, kita gak bisa lari. Jalan pun kita pakai bantuan akar-akar yang besar-besar itu. Saat Magribh ada adzan, kita masih di puncak, bayangkan saja bagaimana beratnya. Alhamdulillah dengan berat itu kami punya kepercayaan diri dan juara. Menurut saya proses yang penting, prosesnya yang harus dilihat,” tutur eks nahkoda Persela Lamongan itu.

Aji menyebut kalau latihannya di bawah Anatoli Polosin tak jauh berbeda ketika Kopassus berlatih. Bahkan, sebelum ke gunung, pemain juga harus berlari dari hotel.

“Jadi gunung itu yang saya ingat persyaratan tentara dapat baret. Waktu itu kalau gak salah untuk Kopassus atau apa gitu. Jadi dari hotel ke gunung 7 kilo, kita di bawah gunung naik, sampai ke finis dari finis ke start jogging lagi, bsa dibayangin pakai sepatu kets dengan batu banyak,” ujar dia.

“Ternyata saya sadari, Anatoli Polisin melatih mental pemain. Dari start ke finis, kembali ke start lagi 2-3 kilometer berat sekali dan berdebu waktu itu. Memang mental kita kalau tak kuat pasti tak bisa sampai finis, alhamdulillah latihan mental itu sampai SEA Games di Manila,” tutup Aji Santoso.

Aji SantosoAnatoli PolosinTimnas Indonesia