Kesamaan Choirun Nasirin dengan Eks Pemain Liga Inggris

Football5star.com, Indonesia – Kiper tim Liga 2, choirun Nasirin, Senin (18/5/2020) ditangkap oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur sebagai pengedar narkotika jenis sabu-sabu.

Dikutip dari sejumlah sumber, kiper klub Liga 2 ini ditangkap di sebuah hotel di daerah Pabean, Payan, Sedti, Sidoarjo, Jawa Timur. Penangkapan ini menurut pihak BNNP karena adanya laporan dari maysarakat.

Saat penangkapan, barang bukti yang disita adalah tujuh paket narkotika jenis methapetamine dengan berat 5319 gram bruto. . selain Nasirin, pihak BNNP juga menangkap insan sepak bola lainnya seperti mantan pemain Persela Lamongan, Eko Susan Indarto, Eks Ketua Askot Jakut, Dedi A Manik, dan sopir bernama Novin Ardian.

Kompetisi Indonesia Berhenti, Pemain Liga 2 Jadi Pengedar Sabu

Narkotika memang jadi momok bagi pesepak bola. Kasus pemain tersandung narkotika bukan hal baru di dunia sepak bola. Legenda Argentina, Diego Maradona pun sempat masuk ke lembah hitam ini.

Tiap pemain yang tersangkut masalah ini memiliki motif berbeda. Maradona misalnya menggunakan narkotika saat main di Barcelona dilakukannya karena saat itu ia berada di kondisi puncak seorang pemain, terkenal dan bergelimang harta.

Mungkin hal ini berbeda dengan Nasirin atau juga eks pemain Southampton, Jhon Viafara. Kedua pemain ini sama-sama memiliki karier yang tak cemerlang. Artinya mereka tak terkenal dan tak bergelimang harta.

Justru dengan menjadi pengedar narkotika, keduanya bisa mendapatkan uang yang tidak mereka dapatkan saat berkarier di sepak bola. Jhon Viafara pada Januari 2020 ditangkap oleh aparat keamanan Amerika Serikat karena penyelundupkan dua ton kokain senilai 21 juta poundsterling.

Kokain tersebut dibawa oleh Viafara dari negaranya, Kolombia. Menurut jaksa penuntut dari Texas seperti dikutip dari Daily Mail, pemain yang juga sempat merumput di Portsmouth ini adalah bagian dari Kartel Teluk, organisasi narkotika yang acapkali melakukan penyelundupan ke Amerika Serikat.

Kasus Choirun Nasirin dan Jhon Viafara adalah bagian kecil dari kejamnya sepak bola bagi mereka yang tak memiliki skill dan keberuntungan untuk jadi pemain hebat.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More