Ketika Alfred Riedl Tak Kuasa Menahan Tangis di Depan Publik Indonesia

Football5star.com Indonesia – Sederet kenangan pernah dirasakan publik sepak bola Indonesia dan Vietnam bersama seorang pria tua bernama Alfred Riedl. Termasuk momen ketika Alfred Riedl mengusap air mata dengan tisu di depan publik karena tak kuasa menahan tangis.

Momen itu muncul ketika Alfred Riedl hadir sebagai bintang tamu dalam acara “Satu Jam Lebih Dekat” di TV One pada 2011 silam. Di balik sikap dingin dan cenderung kaku yang sering diperlihatkan di depan umum, Alfred Riedl tiba-tiba menitikkan air mata.

Tangis sedih dan hari itu membuncah akibat dipertemukan dengan seorang pria yang menjadi donor ginjal untuknya. Memang, sudah lebih dari 10 tahun, Riedl bermasalah dengan ginjalnya. Dia memutuskan melakukan cangkok ginjal saat membesut timnas Vietnam pada 2006.

Alfred Riedl timnas Indonesia -EPA
EPA

“Sebelum media menulis sesuatu yang bodoh, saya melakukan konferensi pers. Saya bilang ke mereka, saya harus menjalani transplantasi dan berencana melakukannya di tiga atau empat bulan pertama 2007,” ujar Riedl seperti dilansir dari ESPN FC.

Jasa Pria Vietnam untuk Alfred Riedl

Di luar dugaan, masyarakat Vietnam yang punya empati kepadanya bersedia mendonorkan satu organ tubuh vital tersebut. Ada puluhan yang menawarkan donor ginjal.

Mereka ada yang bekerja sebagai pegawai bank, sopir truk, pedagang dan biksu. Padahal, Alfred Riedl merupakan orang asing asal Austria yang sebelumnya tak mempunyai kedekatan emosional dengan Vietnam.

Operasi akhirnya dilakukan pada Maret 2007. Riedl pun bisa kembali sehat tanpa harus bolak balik ke rumah sakit untuk melakukan cuci darah. Tak heran, ketika pendonor itu didatangkan dalam acara “Satu Jam Lebih Dekat” di TV One, Alfred Riedl tak kuasa menahan sedih dan haru.

Dia memeluk pria itu dengan erat. Air matanya pun menetes hingga harus disekanya dengan tisu. “Ada emosi. Anda membawa dia ke sini,” kata Riedl.

Orang yang bermasalah dengan ginjal memang umumnya harus melakukan cuci darah tiga kali selama seminggu. Riedl mengaku berutang nyawa dengan pendonor asal Vietnam tersebut. Riedl mengatakan, tidak akan bisa membalas jasa pria Vietnam tersebut.

“Dia menyelamatkan nyawa saya. Tanpa donornya, saya harus menjalani cuci darah tiga kali dalam sepekan. Itu seperti berada di akhir kehidupan,” ujar Riedl.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More