Ketika Cedera Menghantui Persik Kediri yang Berlatih di Kebun Tebu

Football5Star.com, Indonesia – Persik Kediri dihadapi kendala jelang mereka bertanding pada kompetisi Liga 1 2020 mendatang. Skuat Macan Putih kebingungan untuk mencari lapangan yang representatif untuk menggelar latihan.

Stadion Brawijaya yang biasa mereka gunakan untuk berlatih dan bertanding kini sedang tidak bisa dipakai lantaran rumput lapangan sedang dalam perawatan. Kini, jawara Liga 2 2019 itu pun memanfaatkan lapangan-lapangan yang berada di desa.

Tiap kelurahan di Kota Kediri memiliki lapangan olahraga yang dikelola secara swadaya. Mayoritas lapangan itu menyatu dengan kebun tebu milik warga. Mereka pun harus berlatih di samping kebun tebu yang sangat dekat dengan lapangan.

Meski demikian, Joko Susilo selaku pelatih kepala mengaku kondisi yang dialami sekarang ini ada segi positif dan negatif. Positifnya, latihan di samping kebun tebu bisa membuat para pemainnya mendapat kadar oksigen yang lebih tinggi.

“Semua ada plus dan minusnya. Dari sisi kesehatan dan kebugaran sangat bagus. Berlatih dikelilingi kebun tebu otomatis kadar oksigennya sangat tinggi karena tumbuh-tumbuhan merupakan produsen oksigen sehingga paru-paru dapat suplai oksigen maksimal,” tutur Joko Susilo, seperti dikutip Football5Star.com dari laman Bola.com.

Namun, Joko Susilo juga mengeluhkan kondisi lapangan yang dipakai. Kontur lapangan yang kurang merata dikhawatirkan bisa membuat para pemainnya cedera.

“Sayang lapangannya kurang bagus. Saya berharap tak ada pemain Persik Kediri yang cedera. Makanya, saat latihan kami selalu memilih bagian lapangan yang rata agar tak ada pemain yang terkilir atau keseleo,” ucapnya.

Liga IndonesiaPersik Kediri