Ketum PSSI Soal Saddil Ramdani: Kedudukannya Sama di Mata Hukum

Football5Star.com – Ketum PSSI, Mochamad Iriawan, turut berkomentar soal kasus yang menjerat Saddil Ramdani. Dia menyebut hal ini sebagai pelajaran berharga dan menegaskan kalau posisinya sama di mata hukum.

Seperti diberitakan sebelumnya, Saddil Ramdani baru saja dipolisikan oleh pelapor atas nama Adrian. Hal itu karena Adrian dalam laporannya menyebut ada kasus dugaan penganiayaan terhadap korban bernama Irwan di Kendari.

Akibatnya, Irwan disebut Adrian dalam laporannya mengalami luka cukup serius. Korban mengalami luka robek di kepala bagian kanan dan luka di sekitar bibir.

Ketum PSSI yang baru saja pensiun dari kepolisian itumengungkapkan, kasus Saddil menjadi pembelajaran berharga agar hal serupa tidak terulang lagi kepada para pemain lain. Terlebih lagi, seorang pemain tim nasional harus menjadi contoh dan teladan bagi pesepakbola lain dan masyarakat secara luas.

Saddil Ramdani Resmi Tersangka, Terancam 7 Tahun Penjara

“Dalam kasus ini Prinsip ‘equality before the law’ berlaku bagi semua warga negara Indonesia sesuai Pasal 27 UUD 1945 bahwa Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya,” tegas Iriawan.

Kasus Saddil sendiri sudah dalam proses di Polres Kendari. Dia sudah diperiksa sebanyak dua kali. Dari hasil pemeriksaan, Saddil Ramdani ditetapkan sebagai tersangka.

“Untuk perkara atas nama Saddil sudah naik ke tingkat penyidikan, sekarang statusnya sudah kami naikkan sebagai tersangka. Untuk hari ini korban baru bisa diperiksa, karena beberapa hari setelah kejadian korban belum bisa diperiksa,” ungkao Kasat Reskrim Polres Kendari, AKP Muh Sofwan Rosyidi.

Saddil sendiri dikenakan Pasal 351 ayat 1 dan 170 KUHP. Dia diancam hukuman 7 tahun penjara karena dugaan kasus penganiayaan tersebut.