Kiatisuk Senamuang: Kegagalan di Inggris dan Menjadi Kopites Sejati

Football5star.com, Indonesia – Bagi masyarakat sepak bola Thailand, mereka memiliki banyak alasan kuat mengapa sosok Kiatisuk ‘Zico’ Senamuang begitu dicintai. Setidaknya ada 10 alasan atau bahkan lebih Kiatisuk dianggap legenda hidup sepak bola Negeri Gajah Putih.

Lahir di Udon Thani pada 11 Agustus 1973, Kiatisuk memulai karier sepak bolanya bersama tim junior Nampong Suksa School pada 1982. Talentanya sebagai seorang striker makin mendapat sorotan saat ia bermain Krung Thai Bank pada periode 1991 hingga 1995.

Di klub yang berdiri pada 1977 ini, Kiatisuk torehkan 98 gol dari 145 pertandingan. Catatan yang membuat namanya melambong ke seluruh negeri. Yang menarik dari perjalanan hidup seorang Kiatisuk ialah sebelum berkarier sebagai pesepak bola, ia berprofesi sebagai seorang polisi.

mgronline.com

Dikutip dari mgronline, alih profesi dari polisi menjadi pesepak bola ternyata didasari ketakutan Kiatisuk terhadap pekerjaannya. Keputusan ia untuk meninggalkan profesi sebagai seorang polisi, ternyata membuat kedua orang tuanya menangis.

“Pada saat itu, saya harus memutuskan apakah akan melanjutkan karier di polisi atau bermain di Inggris. Orang tua saya menangis karena mereka hanyalah pensiunan guru yang ingin anaknya berkarier di kepolisian,” kata Kiatisuk.

Banyak sisi menarik dari perjalanan karier pemain yang total mencetak 251 gol dari 339 pertandingan di level klub. Salah satunya soal kecintaannya kepada Liverpool dan kecintaannya kepada mobil mewah.

Kegagalan di Inggris

Saat ia bermain di klub Malaysia, Perlis pada 1998, Kiatisuk mendapat tawaran dari klub Inggris, Huddersfield Town. Saat itu, Huddersfield dilatih oleh Steve Bruce. Sebagai pesepak bola muda mendapat tawaran dari klub luar negeri, Kiatisuk tak ingin menyia-nyiakannya.

Padahal sejumlah pengamat di Thailand menyebut bahwa ketertarikan Huddersfield semata hanya ingin menarik fan dari Thailand dengan merekrut Kiatisuk. Prediksi itu benar.

getty images

Satu musim di Inggris, ia sama sekali tak pernah dimainkan. Kiatisuk pernah menjelaskan bahwa kegagalannya di Inggris selain karena minimnya kesempatan juga karena home sick, penyakit yang acapkali dirasakan pemain muda Asia.

“Liga Inggris merupakan liga terbaik. Semua pemain tentu mendambakan bermain di sana. Tapi setidaknya saya mendapatkan pengalaman merasakan atmosfer klub di sana meski tak penrah bermain,” cerita Kiatisuk kepada salah satu media lokal Thailand.

“Pergi untuk bermain di negeri orang, saya langsung merindukan rumah. Setelah mendapat kesempatan untuk bermain di luar negeri berkali-kali baru saya menyadari bahwa ini adalah tugas seorang pemain profesinal,” paparnya.

Pada awal 2000, ia kembali ke Inggris dan bergabung ke Rajpracha. Bersama tim yang saat ini bermain di kompetisi kasta kedua Thailand, Zico catatkan 18 gol dari 26 laga selama satu musim.

“Saya kemudian mendapat kontrak dua tahun dengan klub angkatan bersenjata Singapura (Singapore Armed Forces). Tetapi saat itu, saya di timnas tengah mengusung misi untuk mengantarkan Thailand lolos ke Piala Dunia 2002.” cerita Kiatisuk.

Kopites Sejati yang mencintai mobil mewah

Sisi lain dari seorang Kiatisuk adalah bahwa ia seorang Kopites. Ia mengaku sudah mendukung Liverpool sejak era 80-an. Kiatisuk mengaku mencintai The Reds sejak masih diperkuat nama-nama beken seperti John Barnes dan Ian Rush.

“Saya telah mendukung Liverpool sejak 1980 zaman Peter Beardsley, John Barnes, dan Ian Rush. Saya selalu mendukung permainan tim ini. Saya selalu bersorak saat menonton laga Liverpool,”

mgronline.com

Kiatisuk pun mengaku bahwa dirinya cukup rajin untuk mengoleksi jersey dan pernak pernik Liverpool saat ia berkunjung ke luar negeri.

“Saya bukan kolektor khusus, tapi di rumah pasti ada barang-barang yang berhubungan dengan Liverpool, mulai dari jersey hingga syal,” tambahnya.

Selain mencintai Liverpoo, Kiatisuk juga mengaku sangat gemar mengoleksi mobil mewah. Salah satu jenis mobil yang sangat ia sukai adalah mobil Porsche. Namun yang menarik, Kiatisuk menyebut bahwa mobil pertamanya yang ia beli dari gaji seorang pemain bola adalah mobil Mitsubihi.

“Saat itu saya beli seharga 500 ribu Baht, itu pun saya mendapat diskon karena status sebagai pemain tim nasional Thailand,” kenang Kiatisuk.

“Saya memang memiliki impian untuk mengganti mobil tiap 10 tahun sekali. Saat ini saya menggunakan mobil Mercedes Benz E220 CDI karena itu terlihat lebih matang di usia saya saat ini,” tambahnya.

Kiatisuk SenamuangLegendaLegenda InternasionalLiverpoolThailand