Kilas Balik: Piala Dunia 1934

gameofourlives.com

Football5Star.com, Indonesia – Banyak hal menarik yang mewarnai Piala Dunia 1934, selain ketatnya persaingan di lapangan hijau. Ajang tertinggi antarnegara di dunia kali ini itu juga dibarengi kengototan Italia yang saat itu dipimpin oleh Benito Mussolini untuk menjadi tuan rumah.

Hasrat Musollini bukan tanpa alasan, konon ia ingin menunjukkan superioritas fasisme dan Italia di mata dunia. Piala Dunia 1934 bisa jadi pembuktian rezimnya selama memimpin Tanah Negeri Piza tersebut. Dia dikabarkan memberikan ancaman hukuman mati bila skuat Italia gagal juara.

Guna memuluskan keinginan sang pemimpin negeri, Gli Azzurri melakukan naturaliasi terhadap beberapa pemain dari Brasil dan Argentina. Jadilah Luis Monti, Raimundo Orsi, Enrico Guaita, Anfilogino Guarisi, dan Attilio Demaria berada di skuat asuhan Vittorio Pozzo.

Italia pada akhirnya berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Cekoslowakia di babak final. Namun, kabarnya Il Duce (julukan Mussolini, -Red.) menggunakan kediktatorannya untuk mempengaruhi wasit agar memuluskan langkah Gli Azzurri jadi juara Piala Dunia 1934.


DATA & FAKTA
Poster resmi Piala Dunia 1934.
guardian.co.uk

Tuan Rumah: Italia
Waktu: 27 Mei 1934 sd 10 Juni 1934
Peserta: 16 tim
Venue: 8 stadion, 8 kota
Maskot:
Bola Resmi:
Juara: Italia
Runner-up: Cekoslowakia
Final: Italia 2-1 Cekoslowakia
Jumlah Pertandingan: 17
Gol: 70 (21,059 per laga)
Penonton: 358.000 (32.808 per laga)


FAKTA MENARIK
  • Inggris menolak untuk berpartisipasi dalam Piala Dunia 1934. Alasannya, mereka lebih tertarik untuk mengikuti Home Tournament yang diikuti oleh Wales, Skotlandia, dan Irlandia Utara.
  • Uruguay menolak mempertahankan gelar yang direbut di Piala Dunia 1930. Itu dilakukan sebagai balas dendam atas keengganan sejumlah tim Eropa mengikuti Piala Dunia 1930.
  • Tim Austria mengenakan kostum milik Napoli pada perebutan posisi ketiga melawan Jerman yang punya kostum identik. Itu karena mereka kalah dalam undian penentuan kostum sebelum laga. Karena tak punya kostum kedua, jadilah Austria meminjam ke Napoli, klub di kota tempat laga berlangsung.

MILESTONE
  • Waldemar de Brito menjadi pemain pertama yang gagal mengeksekusi penalti. Saat Brasil kalah 1-3 dari Spanyol pada 27 Mei 1934, dia gagal menaklukkan kiper Ricardo Zamora. Brasil pun harus langsung pulang dari Italia 1934.
  • Pertandingan pertama yang harus dilakoni hingga perpanjangan waktu adalah saat Austria menghadapi Prancis pada 27 Mei 1934. Kedua tim bermain imbang 1-1 hingga 90 menit. Austria lantas menang 3-2.
  • Pertandingan pertama yang harus diulang adalah saat Italia menghadapi Spanyol di perempat final pada 31 Mei 1934. Hingga 120 menit, kedua tim bermain imbang 1-1. Karena adu penalti belum diberlakukan, kedua tim menjalani laga ulang pada 1 Juni 1934 yang dimenangi Gli Azzurri dengan skor 1-0.
  • Laga final Italia vs Cekoslowakia tercatat sebagai final pertama yang harus berlangsung hingga perpanjangan waktu. Gli Azzurri menang 2-1 setelah imbang 1-1 selama 90 menit.
  • Italia merupakan satu-satunya tuan rumah yang harus melakoni kualifikasi. Mereka menang 4-0 atas Yunani pada 25 Maret 1934.
  • Mesir menjadi negara Afrika pertama yang tampil di putaran final Piala Dunia. Namun, langkah mereka langsung terhenti di penyisihan karena kalah 2-4 dari Hungaria.

PEMAIN TERBAIK: Giuseppe Meazza (Italia)
Salah satu aksi Giuseppe Meazza di Piala Dunia 1934.
footballmemories.net

Soal gol, di skuat Italia, Giuseppe Meazza memang kalah dari Angelo Schiavo. Hanya dua gol yang dilesakkan Meazza sepanjang gelaran Italia 1934. Itu pun salah satunya adalah pelengkap kemenangan 7-1 atas Amerika Serikat di penyisihan.

Akan tetapi, peran Meazza di lapangan dinilai sangat vital. Hal lain yang tak kalah menentukan, dialah yang meloloskan Italia ke semifinal. Dalam laga ulang melawan Spanyol di perempat final, dia mencetak gol tunggal Gli Azzurri ke gawang Jose Nogues.


PENCETAK GOL TERBANYAK: Oldrich Nejedly (Cekoslowakia)
gulfnews.com

Cekoslowakia memang harus menelan pil pahit. Kekalahan 1-2 di final dianggap tidak adil karena tuan rumah seperti diuntungkan oleh putusan-putusan wasit di lapangan. Namun, mereka punya pelipur lara dalam diri Oldrich Nejedly.

Di pentas Piala Dunia 1934, Nejedly menjadi pemain tersubur. Dia mendulang lima gol sepanjang turnamen. Satu gol masing-masing dilesakkan ke gawang Rumania dan Swiss. Adapun tiga gol lainnya disarangkan ke gawang Jerman pada semifinal

 


PEMAIN MUDA TERBAIK: –

KIPER TERBAIK: –
Comments
Loading...