Kisah Haru di Balik Ritual Kiper Timnas U-21 Rumania di Piala Eropa U-21

Football5Star.com, Indonesia – Handuk dan botol minuman adalah hal yang lazim dibawa seorang kiper saat menjalani pertadingan. Namun, ada hal lain yang dibawa kiper timnas U-21 Rumania, Andrei Ionut Radu, pada gelaran Piala Eropa U-21 yang tengah berlangsung di Italia.

Ionut Radu selalu membawa sebuah kaus putih dalam setiap pertandingan yang dilkoni timnas U-21 Rumania. Begitu tiba di gawang yang akan dijaganya, dia langsung menggantung kaus itu di jaring gawang.

Awalnya, publik tak terlalu memerhatikan ritual tersebut. Hal itu baru jadi buah bibir ketika tim asuhan Mirel Radoi menang 4-2 atas timnas U-21 Inggris pada Jumat (21/6/2019). Selepas pertandingan, Ionut Radu memperlihatkan kaus itu. Di sana terdapat wajah seorang perempuan dan tulisan “Aku berutang segalanya. Aku mencintaimu, Ema”.

Ternyata ada kisah pilu di balik ritual dan kaus itu. Ema adalah kakak perempuan Ionut Radu yang meninggal pada 2006 ketika berumur 14 tahun karena gangguan imunitas. Saat itu, sang kiper baru berumur 9 tahun. Dia sangat terpukul karena hubungan yang sangat dekat dengan sang kakak.

“Aku selalu bersama Ema sejak berada di Italia. Kaus ini kubuat sebagai dedikasi kepada dia. Aku selalu membawa kaus itu ke gawang. Saat kecil, aku selalu berjanji membawa dia ke semua stadion besar di dunia,” kisah Ionut Radu seperti dikutip Football5Star.com dari Digi Sport.

Lebih lanjut, kiper yang sempat menimba ilmu di akademi Inter Milan itu mengungkapkan, “Aku selalu menaruh kaus itu di tiang sebelah kanan. Itulah cara agar aku merasa dekat dengan dia dan dia terasa dekat denganku.”

Malaikat Pelindung

Kiper berumur 22 tahun yang menjadi pilar penting timnas U-21 Rumania itu memang merasa memiliki kekuatan lebih besar berkat mendiang sang kakak. Hal itu bahkan sudah dirasakan saat masih berada di tim junior. Kisah tersebut sempat diungkapkan ibunda sang kiper.

“Suatu ketika, dalam pertandingan melawan Akademi Hagi, saya berada di belakang gawang. Ianis Hagi akan mengeksekusi penalti. Andrei menengok ke arah saya, berdoa, dan berkata, ‘Ema ada di atas sana. Dia melihatku. Aku akan menahan tendangan itu.’ Dia berhasil menahan penalti. Lalu, dia berbicara kepada saya, ‘Aku merasa ada tangan lain yang ikut menahan laju bola,'” kisah ibunda kiper yang sekarang membela Genoa itu kepada Gazeta Sporturilor.

Menurut sang ibunda, sosok Ema selalu dianggap Ionut Radu sebagai malaikat pelindung. Tak heran bila kaus dengan gambar wajah sang kakak selalu dibawa kapten timnas U-21 Rumania itu ke gawangnya.

Comments
Loading...