LEGENDA: 1000 Gol dan Politik yang Mengubah Hidup Romario

Football5star.com, Indonesia – Dunia sepak bola dan politik menjadi dua hal yang berbeda namun tak bisa dipisahkan. Tak terhitung jumlahnya pesepak bola yang merambah dunia politik. Salah satu nya adalah legenda Timnas Brasil, Romario.

Lahir dengan nama lengkap Romário de Souza Faria, ia kini fokus untuk bergerak di bidang politik. Dunia yang mengubah kehidupannya pada masa senja.

Kontroversi 1000 Gol Romario

Romario, 1000 Gol dan Politik yang Mengubah Hidupnya - Football5star - footballwhisper
footballwhispers

Mungkin hanya Romario, pesepak bola yang berani mengeluarkan klaim dengan mencetak 1000 gol sepanjang kariernya. Klaim sepihak itu mencapai puncak kala Romario yang saat itu bermain di Vasco da Gama melawan Sport Recife pada Mei 2007. Oleh media Brasil, ia diklaim sebagai pemain ketiga setelah Ferenc Puskás dan Pele yang sukses mencetak 1000 gol.

Surat kabar ternama Italia, Gazetta Della Sport membandingkan capaian Romario dengan Pele. Bila Pele mencetak 1000 gol di Maracana, maka Romario melakukannya di San Januario, markas dari Vasco da Gama.

PSV Eindhoven, klub yang sempat dibela oleh Romario pun tak ketinggalan. Mereka juga menuliskan rasa bahagianya untuk sang pemain. “Mimpi Romario de Souza Faria menjadi kenyataan. Mantan penyerang PSV mencetak gol yang mengakhiri segala pencarian.”

Laiknya sebuah kontroversi, 1000 gol Romario pun membuahkan pro kontra. Banyak pihak yang meragukan keabsahan 1000 gol yang diklaim telah dicetak oleh pemain kelahiran Rio de Janeiro ini.

FIFA, organisasi sepak bola tertinggi dan terbesar di dunia menjadi salah satu pihak yang meragukan keabsahan 1000 gol Romario. Dua bulan sebelum ia mencetak dua gol ke gawang Sport Recife, FIFA mengeluarkan pernyataan mengenai jumlah gol Romario sebenarnya. Sebelumnya, sebuah media Brasil, Globo menyebutkan Romario telah mencetak 998 gol dan butuh dua gol lagi.

“Informasi yang ada di situs Globo tidak benar karena FIFA hanya menghitung berdasarkan pertandingan yang berlangsung di bawah kami,” ujar juru bicara FIFA dikutip dari Detik Sport.

Bahkan di situs resmi mereka, FIFA menggunakan frasa ‘personal count’ ketika menyebutkan capaian 1000 gol Romario. Berdasarkan hitungan FIFA, pemain yang identik dengan nomor punggung 11 ini sukses mencetak 929 gol, bukan 1000 gol. Dengan rincian 77 gol di level junior dan 21 gol di pertandingan uji coba dan testimoni.

324 gol ia berikan untuk Vasco, 200 untuk Flamengo, dan 48 gol untuk Fluiminense. 165 gol ia cetak saat bermain di Eropa bersama PSV Eindhoven, Barcelona, dan Valencia. Bersama Miami FC dan Adelaide United, ia mencetak total 20 gol. Di Timnas Brasil, ia mencetak 55 gol.

Dari Rio de Janeiro Menuju Panggung Dunia

Romario, 1000 Gol dan Politik yang Mengubah Hidupnya - Football5star - footballwhisper
footballwhispers

Awal perkenalan Romario dengan dunia sepak bola profesional dimulai ketika ia bergabung dengan klub lokal Rio de Janeiro, Olaria Atlético Clube. Tampil apik di level amatir, ia diboyong ke Vasco de Gama tahun 1985.

Bertahan selama tiga musim, ia memberikan dua gelar prestis, yakni Campeonato Carioca pada 1987 dan 1988. Penampilan apiknya di Vasco membuat ia masuk dalam daftar pemain Timnas Brasil untuk Olimpiade Musim Panas 1988. Ia menjadi pencetak gol terbanyak dan mendapatkan panggilan Timnas Brasil.

Ia pindah ke Eropa untuk pertama kali dengan membela PSV Eindhoven. Di Belanda, ia memberikan tiga gelar Eredivisie 1989, 1991, dan 1992. Di Belanda pula, ia sempat dilatih oleh Guus Hiddink yang sempat memberikan testimoni mengenai permainan Romario.

“Ketika dia (Romario) melihatku tegang, dia akan datang dan berkata, ‘Santai, coach, aku akan mencetak gol dan kita akan menang. Yang luar biasa adalah delapan dari sepuluh kali dia seperti itu, ia mencetak gol dan kita menang.”

Selain kemampuan, Romario juga dipenuhi dengan keberuntungan. Salah satunya adalah ketika ia bermain di Barcelona yang saat itu dilatih oleh sang Maestro, Johan Cruyff. Saat itu, di Barcelone dipenuhi nama-nama mentereng seperti Hristo Stoichkov, José Mari Bakero, Pep Guardiola, Michael Laudrup, dan Ronald Koeman.

Kehebatan Romario mendapatkan pengakuan dari Cruyff. Dalam suatu kesempatan, Cruyff menyebut Romario sebagai pemain terbaik yang sempat ia latih. Cruyff menyebut, “Itu pasti Romário. Kamu tidak pernah tahu apa yang akan terjadi padanya. Tekniknya luar biasa, dan dia mencetak gol dari setiap sisi.”

Kehebatan Romario tak hanya muncul saat membela klub. Piala Dunia 1994 menjadi panggung paling megah yang mempertontonkan kehebatan Romario. Bersama rekan duetnya, Bebeto, Timnas Brasil dibawa menuju ke tangga juara Piala Dunia 1994.

Romario menyebut rekan duetnya itu sebagai saudaranya dari dunia yang lain. Kehebatan mereka mampu mengakhiri paceklik juara dunia Timnas Brasil. Penantian 24 tahun itu akhirnya berakhir. Romario diganjar sebagai pemain terbaik Piala Dunia 1994. Ia juga masuk dalam All Star World Cup 1994 bersama dengan Roberto Baggio.

Sang Anak yang Mangubah Pola Pikir Romario

Romario, 1000 Gol dan Politik yang Mengubah Hidupnya - Football5star - pogmogoal
pogmogoal

“Ketika saya berhenti menjadi pemain sepak bola, memang benar bahwa politik bahkan tidak masuk ke kepala saya. Lalu anak saya lahir dengan kondisi Downs Syndrome. Saya mulai menghabiskan waktu bersama orang tua, kerabat, dan teman-teman dari orang-orang yang memiliki masalah yang sama. Saya mulai menyadari bahwa tidak ada seorang pun yang mewakili orang-orang ini dalam politik, jadi saya memutuskan untuk ikut pemilihan.”

Itulah awal mula mengapa mantan pemain Barcelona ini memutuskan untuk turun ke kancah politik. Impian awalnya sederhana – namun sulit dilakukan – yakni memberikan advokasi kepada para penderita downs syndrome.

Arah kebijakan yang ia bawa tak jauh dari keberpihakan kepada disabilitas. Salah satu isu yang ia angkat saat Piala Dunia 2014 di Brasil adalah mengenai akses bagi para disabilitas. Isu tersebut mendongkrak suaranya. Setidaknya di wilayah Rio de Janeiro.

Pada 2014, ia yang tergabung dalam Partai Sosialis Brasil maju dalam pemilihan Senat Brasil. Ia masuk ke dalam parlemen dengan meraih suara terbanyak dibandingkan seluruh kandidat yang berasal dari wilayah Rio. Politik pula yang mengubah pola pikirnya. Saat masih bermain, ia adalah sosok pemain yang jarang mengikuti latihan, namun saat bermain, ia akan mencetak gol dan memberikan kemenangan.

Setelah terjun ke dunia politik, semuanya berubah. Ia menjadi sosok yang lebih dewasa. Berjarak 900 km dari rumahnya, ia memiliki catatan kehadiran terbaik di Parlemen.

Duet Romario-Bebeto berlanjut di dunia politik. Sesaat setelah ia memutuskan mendirikan Partai Pordemos, ia mengajak rekan duetnya itu bergabung. “Mimpi kita akan menjadi nyata. Bersama kita akan membangun kembali Rio. Yang perlu kalian lakukan adalah bergabung dengan kami,” ujar Romario sesaat setelah resmi mengajak Bebeto dikutip Football5star dari Reuters.

Bagi sebagian pencinta sepak bola era saat ini, nama Romario mungkin tidak semahsyur Cristiano Ronaldo atau pun Lionel Messi, namun kehebatannya tak akan pernah pudar. Entah klaim 1000 gol itu terbukti atau tidak, nama Romario akan tertulis dalam salah satu bab prasasti pesepak bola terbaik di dunia.

Comments
Loading...