Kisah Perjalanan Tandang Mengerikan Jakmania Ditulis Media Jerman

Football5Star.com, Indonesia – Sebuah media Jerman menuliskan sebuah artikel dari perjalanan tandang mengerikan suporter Persija Jakarta, the Jakmania. Hal itu saat Jakmania bakal mendukung Persija main di Stadion Manahan, melawan Persib Bandung, 2017 lalu.

Saat itu, Persija memang harus hijrah ke Solo untuk menjamu Persib. Mereka berhasil meraih kemenangan lewat gol semata wayang Bruno Lopes dalam pertandingan yang digelar hanya 83 menit itu.

Media Jerman, 11freunde, menyebut dalam perjalanan dari Jakarta ke Solo ada beberapa kali teror yang menghantui suporter Persija itu. “Karena ini tak seperti Derby Maroko, dan tak sekeras yang ada di Instanbul. Tapi ini lebih brutal daripada sepak bola manapun di dunia,” tulis media itu.

Kisah Perjalanan Tandang Mengerikan Jakmania Ditulis Media Jerman

“Suporter Persija bercampur, dari anak-anak, remaja, orang suci, martir, penjahat, dan semuanya. Tergantung perspektif. Mereka mungkin tak pernah keluar negeri atau bahkan keluar Pulau Jawa, tapi mereka tahu apa arti kedua kata di kaus mereka, Crazy Boys,” lanjut tulisan itu.

Penulis media itu tampaknya mengikuti perjalanan Jakmania yang dimulai dari Tambora menaiki bus. “Pada kilometer ke-39, teror pertama muncul. Kaca jendela bus pecah. Tapi tak ada yang terluka,” sambung tulisan itu.

“Mereka dari awal memang mengimbau agar tak ada yang duduk dekat jendela ketika memasuki daerah awan. Mereka menaiki bus selama 18 jam,” kata media itu.

11freunde jua menyebut kalau dalam pertandingan antara Persija vs Persib memang telah banyak memakan korban suporter. Sejak 1995 sudah ada 65 nyawa melayang. Pada 2017 saja, sebelas penggemar tewas dalam pertandingan sepak bola.

“Penyebab meninggalnya bermacam-macam. Melalui pukulan dan tendangan, 24 kasus, melalui pisau 14, dan yang lainnya karena jatuh dari bus atau terkena kembang api,” tutup tulisan itu.

Untuk tulisan lengkapnya klik di sini.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More