Kisah Pria Iran yang Guncang Bursa Transfer Sepak Bola Eropa

Football5star.com, Indonesia – Bernama lengkap Kiavash Joorabchian, pria kelahiran Teheran, Iran ini jadi aktor di belakang layar yang mengguncang bursa transfer musim dingin sepak bola Eropa beberapa musim lalu.

Kia sapaan akrabnya ialah agen dari pemain yang berbandrol 160 juta euro, Philippe Coutinho. Dikutip dari marca.com, Joorabchian merupakan pria dari Negeri Para Mulloh, Iran yang mendapat pendidikan di Inggris.

Pada 2004, Joorabchian mendirikan perusahaan agensi pesepak bola bernama Media Sports Investments. Tak butuh waktu lama bagi Kia mengembangkan perusahaan barunya tersebut. Beberapa tahun berdiri, MSI sudah memiliki klien pesepakbola top seperti David Luiz, Oscar, Carlos Tevez, hingga Marquinhos.

Jiwa berdagangnya memang muncul karena sang ayah pernah bekerja sebagai pengusaha dealer mobil di Iran. Sang paman bahkan sempat memiliki pabrik mobil terbesar di Timur Tengah. Keluarga besar Kia kemudian pindah dari Iran setelah negeri tersebut mengalami huru hara politik pada 1979 silam.

Lulusan Universitas Ternama

Pindah ke Inggris pada usia 12 tahun, Joorabchian seperti dikutip dari thetimes.co.uk (22/1/2020), ia disekolahkan di Shiplake College di Oxfordshire dan berkuliah di Queen Mary dan Westfield College, University of London mengambil jurusan kimia dan bisnis.

Tinggal di London, Joorabchian seperti remaja pada usianya jatuh cinta pada Arsenal. Bahkan sejak kecil, ia acapkali diajak sang ayah menonton laga Arsenal di Stadion Higburry, stadion lama Arsenal.

Pada awalnya ia bekerja di perusahaan saham bernama International Petroleum Exchange. Setelah itu ia coba peruntungan dengan pindah ke New York untuk bergabung ke salah satu perusahaan investasi terbesar, American Capital di Manhattan.

getty images

Cukup berhasil di permainan pasar saham, Joorabchian kemudian mencoba peruntungan di bisnis sepakbola. Mendirikan MSI, klub asal Brasil Corinthians menjadi mitra bisnis.

Incaran awal Joorabchian sebenarnya ialah klub favoritnya, Arsenal namun nilai investasi tinggi dari klub London itu menyurutkan niatnya. Di awal kemitraannya dengan Corinthians, Kia mengucurkan dana mencapai angka 20-35 juta dollar.

Dan Anda tahu berapa keuntungan yang didapat Kia pada tahun pertama kemitraannya? Mencapai angka 500 persen dari modal awal yang ia keluarkan.

Transfer Carlos Teves dan Kontroversial Abramovich

Keuntungan besar ini kemudian membuat Joorabchian lebih agresif di dunia sepakbola. MSI sempat membuat heboh dengan proses transfer Carlos Tevez dan Javier Mascherano ke West Ham United pada 2006.

Tersiar kabar saat West Ham United mendatangkan dua pemain tersebut, West Ham tak benar-benar membelinya. Karena hak ekonomi kedua pemain tersebut masih dimiliki Joorabchian.

Konsep kepemilikan pihak ketiga di luar klub seperti yang dialami oleh Tevez dan Mascherano memang sudah ditentang banyak pihak. Pasalnya, uang yang keluar tidak berputar di industri sepak bola.

Selain itu, kepemilikan jenis ini bisa membunuh klub secara perlahan. Pemain potensial yang awalnya dibina klub hingga dihargai mahal, sebagian besar hak ekonominya malah dimiliki pihak ketiga.

Tidak hanya memiliki Tevez, Juni 2010, Joorabchian diketahui memiliki saham 50 persen untuk pemain asal Brasil, Ramires. NIlai saham itu setara dengan 6 juta euro. Saat Ramires pindah ke Chelsea pada 2010 dengan nilai kontrak 22 juta euro, pria 46 tahun itu mendapat keuntungan mencapai angka 11 juta euro.

getty images

Sepak terjang Joorabchian sendiri sudah dari 2016 diprediksi bakal menjelma jadi agen superior di bursa transfer sepakbola Eropa. Dikutip dari telegraph.co.uk, Kia diprediksi bakal jadi 10 agen sepakbola powerfull.

Menariknya sepak terjang Joorabchian dengan MSI justru sempat jadi buruan para investigator keuangan, pasalnya sumber uang yang ada di belakang MSI jadi spekulasi besar. Media Spanyol, AS sempat menyebut bahwa MSI juga dimiliki oleh Roman Abramovich, pemilik Chelsea.

Abramovich disinyalir memiliki saham sebesar 15 persen di MSI. Tidak itu saja, Joorabchian bahkan dikaitkan dengan Boris Berezovsky, pengusaha asal Georgia dan pemilik Dinamo Tbilisi yang tersangkut kasus kriminal di Brasil.

Bahkan pada 2007, otoritas hakim di Brasil memerintahkan penangkapan untuk Berezovsky bersama Joorabchian dan Nojan Bedroud dengan dugaan pencucian uang.

“Itu semua tidak benar. Semua proses keuangan di Brasil sudah disetujui Bank Sentral Brasil,” kata Joorabchian seperti dikutip dari thetimes.co.uk. Baru pada Agustus 2008, surat perintah penangkapan Joorabchian dihentikan otoritas hukum Brasil. “Dalam kasus ini, ia tidak terbukti pada pelanggaran,” tulis pernyataan otoritas hukum Brasil.

Transfer Coutinho ke Barcelona

Kembali ke transfer Coutinho ke Barcelona beberapa musim lalu, peran dari Joorabchian terbilang cukup krusial. Proses transfer ini juga cukup pelik. Barcelona sudah dari musim panas ingin menggaet eks pemain Inter Milan tersebut namun Liverpool menolaknya. Namun otak bisnis dari Kia yang pada akhirnya mensukseskan itu semua.

“Saya bukan agen sepak bola dan saya tidak bertindak sebagai agen. Saya pikir bisnis agensi sangat berbeda,” Joorabchian mengatakan ke Guardian pada 2008.

Philippe Coutinho - Barcelona - Bayern Munich - @phil.coutinho
instagram.com/phil.coutinho

Apa yang diyakini oleh Joorabchian inilah yang kemudian akhirnya memperlunak sikap keras kubu Pemilik saham mayoritas Liverpool, Fenway Sports Group (FSG). Media Spanyol, Sport pada September 2017 menyebut keeleganan dari Joorabchian mampu membuat kubu Liverpool terbuka untuk melepas Coutinho.

Selain memiliki MSI, Joorabchian juga terdaftar sebagai direktur tunggal Sports Invest UK Limited, perusahaan yang memberikan kredit sebesar 600 ribu poundsterling kepada Portsmouth F.C

Comments are closed.