KOLOM: Ada Apa dengan Mesut Oezil?

Football5Star.com, Indonesia – Misteri adalah hal yang lekat dengan sepak bola. Sepanjang sejarah sepak bola, di ajang apa pun dan di negara mana pun, selalu ada hal-hal atau kisah-kisah berbau misteri. Untuk saat ini, misteri terbesar adalah soal Mesut Oezil yang seolah terkucil di Arsenal.

Jumat (15/2/2019) dini hari WIB, ketika Arsenal bertandang ke markas BATE Borisov, Mesut Oezil tak tampil di lapangan. Itu karena dia lagi-lagi diparkir oleh manajer Unai Emery. Oleh pria asal Spanyol itu, dia tinggalkan di London bersama Aaron Ramsey yang baru memastikan akan hijrah ke Juventus.

Mesut Oezil lagi-lagi tak dimainkan Unai Emery saat Arsenal ditaklukkan BATE Borisov.
metro.co.uk

Hubungan Mesut Oezil dengan Unai Emery memang misterius. Entah apa yang membuat hubungan mereka membeku begitu saja. Setiap kali sang playmaker tak masuk skuat, Emery hanya berdalih ini dan itu. Cedera, tak dalam kondisi fit, dan tak sesuai kebutuhan tim untuk lawan tertentu adalah alasan yang kerap dikemukakan mantan pelatih Sevilla itu.

Nasib pemain berdarah Turki itu kiranya lebih buruk dibanding mantan rekannya di timnas Jerman, Bastian Schweinsteiger. Pada masa kepelatihan Jose Mourinho di Manchester United, Schweinsteiger juga mendapatkan perlakuan serupa. Dia diparkir tanpa alasan yang jelas. Namun, sejak awal Mourinho menegaskan sang gelandang memang tak berada dalam rencananya.

Ketiadaan dalam laga melawan BATE membuat Mesut Oezil kini absen dalam tiga pertandingan beruntun. Sebelumnya, dia juga tak masuk skuat kala menghadapi Huddersfield Town dan hanya menghuni bangku cadangan ketika klub berjuluk The Gunners dihajar Manchester City.

Kebodohan Emery

Sudah barang tentu, putusan memarkir Mesut Oezil membuat Emery diserang badai kritik. Maklum saja, fanboy eks pemain FC Schalke 04, Werder Bremen, dan Real Madrid itu sangat melimpah. Ukurannya, lihat saja berapa banyak pengikut di akun-akun media sosialnya.

Kebanyakan orang menilai putusan itu sangat bodoh. Siapa pun tahu, Mesut Oezil adalah pemain dengan skill luar biasa dan selama ini punya kontribusi besar bagi Arsenal. Sejak kedatangannya, dia telah membuat 30 gol dan 51 assist bagi The Gunners di Premier League.

Unai Emery dianggap bodoh karena telah menyia-nyiakan Mesut Oezil di Arsenal.
Twitter @afcstuff

Menilik skill dan kontribusi besar itu, sungguh tak masuk akal ketika Emery memarkir sang bintang. Inilah yang membuat Emery dipandang bodoh. Ada seorang fan Arsenal yang berujar, “Dulu, ketika punya gelandang bagus, kami tak punya striker hebat. Kini, setelah ada Alexandre Lacazette dan Pierre-Emerick Aubameyang, justru Oezil yang disia-siakan.”

Emery juga dipandang bodoh karena putusannya sama saja dengan meyia-nyiakan uang The Gunners. Setiap pekan, bermain ataupun tidak, Mesut oezil menerima gaji 306.250 pounds. Di Premier League, itu hanya lebih kecil dari Alexis Sanchez yang digaji 315.000 pounds per pekan oleh Manchester United.

Musim ini, di luar Carabao Cup yang dijadikan Arsenal sebagai ajang untuk para pemain lapis kedua, sebelas kali Mesut Oezil diparkir Emery. Tujuh kali tak masuk tim sama sekali, empat kali hanya berada di bangku cadangan. Di luar itu, dia juga enam kali absen karena cedera.

Dari hitungan itu, bisa terlihat betapa banyak uang yang disia-siakan Emery dengan memarkir sang playmaker. Baru dipasang 18 kali di semua ajang, partisipasi Mesut Oezil tak mencapai 50 persen dari total laga yang telah dilakoni Arsenal. Secara kasar, bisa dikatakan bahwa dia dalam empat bulan memakan gaji buta gara-gara perlakuan Emery.

Inkonsistensi Penampilan

Tak bisa disangkal, Mesut Oezil adalah pemain dengan skill mumpuni. Jika diperbandingkan, mungkin hanya Lionel Messi yang lebih baik dari pemain berumur 30 tahun tersebut. Jika tengah moncer, siapa pun tak akan mampu menghentikan aksi-aksinya.

Satu hal mendasar yang membedakan Mesut Oezil dengan Messi adalah soal konsistensi. Siapa pun tahu, Messi punya konsistensi luar biasa. Setiap musim, tak kurang dari 50 gol mampu dibuatnya bagi Barcelona. Setiap saat, pemain berjuluk La Pulga itu dapat diandalkan sebagai penyelamat dan pendobrak kebuntuan tim.

Mesut Oezil gemilang saat Arsenal menang 3-1 atas Leicester City.
dailymail.co.uk

Mesut Oezil tidak seperti itu. Dia tergolong pemain yang moody. Saat mood-nya tengah bagus, dia akan tampil menggila. Namun, ketika tak dalam mood bagus, dia tak ubahnya pemain semenjana yang tak mampu membangkitkan tim keluar dari tekanan. Itu diperkuat oleh gaya mainnya yang flamboyan, tidak gahar.

Martin Keown adalah pengkritik keras Mesut Oezil terkait hal ini. Menurut dia, apa pun dalih yang dikemukakan Emery, setiap kali tak main atau tak masuk skuat, masalahnya ada pada diri sang pemain.

Bagi seorang pelatih, kata Keown, akan sulit mengesampingkan seorang pemain yang menunjukkan daya juang untuk masuk tim dan tampil konsisten. Dia tak melihat itu ada pada diri Mesut Oezil. Dia menangkap kesan sang pemain tak terlecut oleh perlakuan Emery saat ini.

Tudingan Keown bukan tanpa dasar. Sejak awal kedatangannya ke Stadion Emirates, Emery sudah menyebutkan inkonsistensi Mesut Oezil sebagai potensi masalah besar bagi Arsenal. Namun, peringatan itu tak mampu ditangkap dengan baik oleh sang pemain.

Jika ini yang sebenarnya terjadi, tentu keliru menyebut Emery bodoh. Sebaliknya, justru Mesut Oezil yang patut dinilai seperti itu.

Menuju Perpisahan

Akan tetapi, tentu saja terlalu naif menilai secara hitam dan putih, Mesut Oezil salah dan Emery benar atau sebaliknya. Dalam kerangka hubungan pelatih dan pemain di sebuah tim, keduanya bisa dikatakan sama-sama bersalah.

Manajer dan pemain di sebuah tim sama-sama harus beradaptasi. Manajer beradaptasi dengan timnya, termasuk individu-individu yang ada di dalamnya. Jika memang perlu, dia harus mengubah filosofinya sesuai dengan sumber daya pemain yang ada.

Hal itu juga berlaku pada para pemain. Mereka harus beradaptasi dengan karakter, metode latihan, dan filosofi permainan sang manajer. Mereka harus mencerna dengan baik hal itu dan mengesampingkan ego. Mereka harus cepat move on dari manajer lama.

Disharmoni dengan Unai Emery ditengarai bisa membuat Mesut Oezil hengkang dati Arsenal.
footballfancast.com

Sejauh ini, kita tidak tahu persis seberapa keras upaya adaptasi yang telah dilakukan Mesut Oezil dan Emery. Satu hal yang pasti, ada disharmoni di antara mereka. Setelah diparkir pada laga melawan BATE, sang playmaker kedapatan me-like sebuah komentar di Instagram yang intinya menyindir sang manajer. Ini menegaskan disharmoni tersebut.

Menilik perkembangan yang ada, Mesut Oezil sepertinya tengah menuju pintu keluar dari klub London Utara tersebut. Beberapa pihak bahkan yakin, itu adalah skenario yang disiapkan manajemen The Gunners. Mereka sejatinya ingin “mengusir” sang bintang bergaji tinggi itu.

Masalahnya kemudian, dengan gaji saat ini, tak akan mudah menemukan klub yang dapat membeli Mesut Oezil. Apalagi paketnya tak menggiurkan. Umurnya sudah kepala tiga, tak konsisten pula. Beda halnya dengan Cristiano Ronaldo yang direkrut Juventus pada awal musim ini. Meski memasuki usia senja sebagai pemain, dia masih bisa diandalkan karena konsistensi permainannya.

Mesut Oezil perlu sebuah klub gila untuk tetap berada di level elite Eropa. Tanpa itu, mungkin dia nanti terdampar di Super Liga Tiongkok yang klub-klubnya masih royal memberikan kontrak besar kepada para bintang.

Comments
Loading...