Kolom: Bonek Ternyata Tak Semengerikan Itu

Football5Star.com – Sore itu, pesta sepak bola akhirnya datang ke rumah. Stadion Gelora Bung Tomo sibuk beberapa jam sebelum pertandingan pembuka Shopee Liga 1 2020 antara Persebaya Surabaya vs Persik Kediri, Sabtu (29/2/2020).

Satukan semangatmu Bajol Ijoku, Doa dan dukunganku menyertaimu.. Ku yakin kau pasti bisa takluk kan lawanmu, Ku selalu mendukungmu Persebaya. Chants berjudul Song For Pride mulai terdengar di berbagai penjuru stadion.

Petang itu, Bonek jelas sangat bergairah menyambut musim baru Persebaya. Bukan tanpa sebab. Persebaya menjalani musim lalu dengan finis sebagai runner-up Shopee Liga 1 2019. Tak cuma itu, Bajul Ijo jua menggila di pramusim usai menjadi kampiun Piala Gubernur Jatim 2020.

Penulis yang baru kali pertama menginjakkan kaki di Stadion GBT ada perasaan ngeri. Betapa tidak? Selama ini ada stereotip yang muncul di tengah masyarakat kalau Bonek itu mengerikan. Berita negatif acap menghiasi media ketika Bonek ingin bertandang ke kota tertentu. Para pedagang bahkan disebut-sebut terpaksa menutup tokonya.

Kolom: Bonek Ternyata Tak Semengerikan Itu
Indra/F5S

Akan tetapi, anggapan itu berubah. Sepanjang jalan akses menuju GBT nyatanya banyak pedagang yang tetap menjajakan dagangannya. Dandanan Bonek jua tak senyawa dengan yang ada dipikiran penulis. Mereka berpakaian rapih selaiknya suporter yang ingin mendukung tim kesayangannya ke stadion berlaga di Shopee Liga 1.

Stereotipe itu Berubah

Agus Salim, seorang pedagang yang menjajakan pernak-pernik persebaya bercerita kalau dirinya sama sekali tak merasa takut berdagang di tengah kerumunan Bonek. Dia bersaksi kalau selama ini tak pernah mendapatkan perlakuan kurang baik dari pendukung Bajul Ijo itu.

Kolom: Bonek Ternyata Tak Semengerikan Itu
Indra/F5S

“Selama di sini Alhamdulillah enggak pernah ada yang menjarah. Menurut saya, Bonek itu sekarang sudah dewaasa. Sudah berubah banyak dari yang dahulu,” bilang dia.

Salah seorang rekan wartawan yang berdomisili di Surabaya, sempat mengatakan kepada penulis kalau nama besar Bonek memang acap tercoreng oleh tindakan oknum. Mereka yang memaksa menyaksikan Persebaya meski tak punya uang, itu yang bikin buruk citra suporter.

“Istilahnya itu Boling atau Bonek Maling. Itu mereka-mereka datang ke stadion ya tujuannya bukan mau menonton. Kalau ditanya jargon Salam Satu Nyali saja dia enggak semua tahu jawabannya. Coba tanya siapa kapten Persebaya sekarang, mereka pasti enggak tahu,” ujar wartawan itu yang tak mau disebutkan namanya.

Kolom: Bonek Ternyata Tak Semengerikan Itu
Indra/F5S

Ketika di dalam stadion-pun, mereka jua tertib. Ya mungkin memang lawannya, Persik Kediri yang notabene berkawan dekat. Tapi ada satu momen ketika Persik menyanyikan anthem Jayati Persik kediri bersama suporternya usai laga Shopee Liga 1, seketika itu pula penonton Persebaya turut diam. pemain Bajul Ijo yang sudah melingkar di tengah lapangan jua diam menghormati Persik.

So, memang sudah seharusnya suporter-suporter Indonesia menghilangkan istilah stereotip satu sama lain. Karena anggapan itu tentu bisa kian membarakan virus permusuhan.

“Kita apresiasi teman-teman suporter Persebaya, sangat luar biasa. Bukan hanya Bonek, suporter Persik juga cukup banyak tetapi mereka bisa duduk berdampingan,” kata Dirut LIB, Cucu Somantri, yang sekaligus mengakhiri tulisan ini.

*Tulisan ini murni pendapat pribadi dari penulis tanpa bermaksud menyinggung pihak manapun

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More