KOLOM: Mengapa Piala Presiden Lebih Penting dari Apa pun?

Football5Star.com, Indonesia – Piala Presiden 2019 akhirnya dipastikan bergulir. Agenda politik besar, Pemilihan Umum 2019, akhirnya urung dijadikan alasan untuk tak menggelar turnamen pramusim tersebut. Bahkan, Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria menyatakan, turnamen ini wajib diikuti klub-klub Liga 1 2019.

Padahal, awal Januari lalu, Gusti Randa selaku anggota Komite Eksekutif PSSI jelas-jelas mengungkapkan Pemilu adalah kendala bagi Piala Presiden. Dia mengatakan, agenda kampanye sangat mungkin berbenturan dengan jadwal pertandingan. Lalu, dia juga takut ajang ini dijadikan komoditas politik.

Piala Presiden 2018 dijuarai Persija Jakarta.
Twitter @setkabgoid

Secara khusus, Gusti Randa pada waktu itu menyebut tajuk Piala Presiden sebagai hal yang sensitif. “Tagline kita namanya Piala Presiden. Nah, ini jangan juga nanti kita kena semprit oleh apakah itu KPU apakah itu Panwaslu,” kata dia seperti dikutip Football5Star.com dari Kompas TV.

Kini, alasan itu dinafikan. PSSI sudah bulat menggelar ajang yang selalu hadir sejak tiga tahun lalu itu. Alasan utamanya: komitmen dengan sponsor. Hal itu diungkapkan Iwan Budianto, Wakil Ketua Umum PSSI.

“Dulu itu awalnya Piala Presiden tidak terjadwalkan di tahun 2019. Tetapi kemudian sponsor ingin ada kesinambungan dengan tahun sebelumnya, maka Piala Indonesia mengalah di Maret yang harusnya sudah masuk babak 16 besar,” terang Iwan Budianto, Minggu (27/1/2019), seperti dilansir dari Goal.

Hal yang mengejutkan, demi gelaran Piala Presiden ini, Piala Indonesia yang sudah memasuki babak 32-besar dipastikan mengalah. Seperti dituturkan Iwan Budianto, babak 16-besar Piala Indonesia akan digeser karena Piala Presiden dihelat pada 2 Maret hingga 13 April 2019.

Berikutnya: Masih Perlukah Piala Presiden?

Comments
Loading...