KOLOM: LaLiga Buat Leganes Tanggung Kebodohan Barcelona

Football5Star.com, Indonesia – Martin Braithwaite telah resmi diperkenalkan sebagai penggawa baru Barcelona. Penyerang asal Denmark itu diangkut dari Leganes setelah El Barca menerima lampu hijau dari LaLiga untuk melakukan transfer darurat karena badai cedera.

Tiga hari lalu, Barcelona mendapatkan izin dari LaLiga untuk melakukan perekrutan pemain di luar bursa transfer. Izin itu sesuai dengan regulasi yang membolehkan klub merekrut pemain baru karena ada pemain yang harus absen setidaknya 5 bulan karena cedera. Pemain yang direkrut harus bebas transfer atau telah bermain di Spanyol.

Barcelona mengajukan permohonan setelah Ousmane Dembele mengalami cedera dan diharuskan absen hingga akhir musim. Kehilangan Dembele tersebut membuat El Barca krisis pemain depan. Sebelumnya, pada awal Januari 2020, Luis Suarez harus menepi selama empat bulan.

Martin Braithwaite adalah pemain tersubur Leganes pada musim ini.
bolavip.com

Setelah sempat membidik beberapa nama, manajemen El Barca lantas menjatuhkan pilihan kepada Martin Braithwaite dari Leganes. Mereka mengaktifkan klausul pelepasan eks pemain Middlesbrough itu senilai 18 juta euro. Nilai tersebut sebetulnya 8 juta euro lebih mahal dari estimasi harga sang pemain menurut Transfermarkt.

Siapa pun tentu tak akan menolak jika disodori tawaran bergabung dengan Barcelona. Braithwaite pun bukan pengecualian. Dia antusias menyambut kesempatan emas sekali seumur hidup itu. Hal tersebut membuat Leganes tak dapat berbuat apa-apa.

Tidak ada yang salah dalam proses transfer Martin Braithwaite ke Barcelona. Terlalu naif untuk mengatakan El Barca arogan atau Braithwaite tak punya loyalitas. Jikapun ada yang patut dipersalahkan, itu mungkin LaLiga. Saat peraturan itu dibuat, mereka sepertinya tak memperhatikan efek terhadap klub yang harus kehilangan pemainnya.

Sesuai peraturan yang dibuat LaLiga, klub yang kehilangan pemain tak dapat merekrut pemain baru. Ini sungguh tidak adil karena sama saja dengan mengalihkan masalah dari sebuah klub ke klub lain. Apalagi jika pemain yang dilepas punya peran besar.

Kebodohan Barcelona

Leganes saat ini sangat terpukul oleh kepergian Braithwaite yang berstatus pemain tersubur mereka. Musim ini, striker berumur 28 tahun telah membuat 8 gol. Kehilangan sang striker membuat misi lepas dari jerat degradasi terasa makin sulit. Saat ini, mereka berada di posisi ke-19 dengan perolehan 19 poin, sama dengan Espanyol yang berada di posisi juru kunci.

Andai nanti terdegradasi, sangat bisa dipahami bila para pendukung Los Pepineros menyalahkan Barcelona. sangat dapat dimaklumi juga bila mereka menyerang El Barca dengan umpatan dan sumpah serapah. Pasalnya, mereka jelas-jelas jadi tumbal kebodohan sang raksasa.

Carles Perez jadi pahlawan kemenangan AS Roma atas KAA Gent pada leg I babak 32-besar Liga Europa.
rtbf.be

Tak dapat dimungkiri, Barcelona telah melakukan kebodohan besar, terutama pada Januari lalu. Kehilangan Luis Suarez yang menjalani operasi lutut pada 10 Januari, El Barca malah melepas Carles Perez ke AS Roma pada 30 Januari. Sehari berselang, Abel Ruiz dari Barcelona B dilepas ke Sporting Braga.

Sebagian pendukung Barcelona menyesalkan putusan tersebut. Mereka menilai kepergian Carles Perez dan Abel Ruiz, juga Carles Alena, kian menunjukkan kekurangpedulian manajemen terhadap para pemain dari akademi La Masia.

Rasa kesal itu kian berlipat setelah leg I babak 32-besar Liga Europa, Jumat (21/2/2020) dini hari WIB. Carles Perez dan Abel Ruiz seolah mengolok-olok perekrutan Martin Braithwaite oleh Barcelona. Bersama klub masing-masing, mereka mencetak gol. Perez mencetak gol tunggal kemenangan Roma atas KAA Gent, sedangkan Ruiz membuat gol ke gawang Rangers FC saat Braga kalah 2-3.

Torehan gol pada ajang Liga Europa tersebut membuktikan bahwa Carles Perez dan Abel Ruiz punya kemampuan untuk jadi opsi di lini depan. Perez bahkan sudah mencetak 2 gol dalam 13 kesempatan tampil bersama Barcelona musim ini. Namun, itu tak cukup untuk membuat Quique Setien yakin memberikan kesempatan lebih besar. Pada akhirnya, putusan itu membuat Leganes merana dan mungkin akhir musim nanti harus turun kasta.