Kolom: See You When I See You, Bambang Pamungkas!

Football5Star.com – Indonesia – Bambang Pamungkas, Macannya Persija, bola disundul langsung masuk ke gawang. Sorak-sorak, the Jak bergembira. Hari ini raih poin tiga.

Chant itu terasa tak asing buat pencinta sepak bola Jakarta, khususnya the Jakmania sejak Bepe membentuk duet maut bersama Aliyudin di lini depan Persija Jakarta. Hingga saat ini, chant tersebut selalu disematkan kepada Bepe tiap kali mencatatkan namanya di papan skor buat Macan Kemayoran.

Selasa, 17 Desember 2019, Jakarta dan sekitarnya diguyur hujan lebat dari siang hingga malam hari. Hujan yang seakan mengiringi berakhirnya karier sepak bola Bambang Pamungkas yang sudah diukirnya 20 tahun silam. Ketika Bepe memberikan pesan terakhirnya di SUGBK, hujan perlahan mereda sembari mendengarkan kalimat-kalimat yang terlontar dari mulut pemain sosok bernomor punggung 20 itu.

Klasemen Liga 1 dan Hasil Pertandingan Pekan ke-33 - @persijajkt

Bepe merupakan cinta pertama saya ketika mengenal sepak bola. Sepakan kaki kiri melengkung, dan tendangan kaki kanan kerasnya melawan PSM Makassar di final Liga Indonesia 2001 menjadi awal semuanya. Setelah itu, dia terus mengukir kisah indah, hingga berhasil menorehkan gol ke-200 saat Persija mengalahkan Borneo FC di semifinal leg pertama Piala Indonesia beberapa waktu lalu.

Dalam perjalanan 20 tahun kariernya, beragam rekor sukses dipecahkan suami dari Tribuana Tungga Dewi itu. Dia jadi satu-satunya pemain Indonesia yang mampu meraih gelar top skorer, pemain terbaik, dan juara liga di dua negara berbeda. Hal itu dia torehkan saat membela Persija dan Selangor FA.

Tak cuma itu, Bambang Pamungkas juga jadi top skorer sepanjang masa Timnas Indonesia. Dalam catatan FIFA, Bepe sudah mengoleksi 37 gol sejak mencatatkan namanya di papan skor untuk saat Indonesia main imbang 2-2 melawan Lithuania, 1999 lalu.

See You When I See You!

“Saya juga pernah patah kaki di sini, mengalami depresi di sini, dan dianggap sebagai penghianat juga di sini. Dalam semua keadaan tersebut, kalian semua tetap berada di belakang saya. Dan untuk itu, dari lubuk hati saya yang paling dalam saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga. Kalian semua akan selalu memiliki tempat spesial dalam hati saya,” ucap Bepe dalam kata perpisahannya di depan puluhan ribu Jakmania.

Mungkin memang sudah waktunya Bepe mengakhiri karier manisnya. Apalagi, impiannya juga sudah terwujud. Dia sangat mengidam-idamkan menjadi satu-satunya pemain Persija yang berhasil juara dalam dekade berbeda. Dia berhasil mengantarkan Macan Kemayoran juara 2001 silam, dan mengawinkannya pada gelar 2018 lalu.

Terlebih kini, usianya sudah menginjak 39 tahun. Jam bermainnya juga kian menipis. Musim ini, Bepe cuma memainkan 14 laga, 13 di antaranya datang dari bangku cadangan. Sudah saatnya dia memberikan kesempatan pemain lain untuk menjajal kemampuan untuk menjadi striker berkualitas seperti dirinya.

“Dia seorang pribadi yang pintar mengatur dirinya sendiri, dia sangat profesional. ahkan sekarang meskipun jarang main di Persija, selalu kasih dukungan. Dia jadi patokan pemain muda bagaimana profesional bersikap. Salut dengan junior saya, dia seorang yang baik,” puji legenda hidup Indonesia, Aji Santoso.

Bepe mungkin sudah pensiun. Tetapi, seperti kata ujar-ujar, See you when i see you. Ungkapan yang sederhana, yakni sampai berjumpa saat saya melihatmu. Ya, jangan bicara selamat tinggal kepada Bepe. Tapi, kami pencinta sepak bola Jakarta akan sangat menantikan Bepe kembali lagi ke Persija dalam peran yang berbeda.

“Terima kasih banyak atas dedikasinya bersama Persija. Banyak hal yang bisa kita ambil dari dia. Kami berharap, ke depan Bepe akan kembali berada di dalam tim dalam peran berbeda,” bilang sahabat dekatnya, Ismed Sofyan.

Terima kasih sudah menghiasi masa remaja saya, terima kasih pula sudah mengenalkan saya dengan sepak bola. Seperti lagu Jason Aldean, See You When I See You:

See you when I see you
Another place, some other time
If I ever get down your way
Or you’re ever up around mine
We’ll laugh about the old days
And catch up on the new
Yeah I’ll see you when I see you
And I hope it’s some day soon

*Tulisan ini murni opini dari penulis tanpa bermaksud menyinggung pihak manapun.