Komparasi dan Head To Head Simeone vs Guardiola

Babak semifinal Liga Champions belanjut dengan duel leg pertama Atletico Madid versus Bayern Muenchen di Stadion Vicente Calderon, Rabu (27/4). Pelatih dari masing-masing kubu, Diego Simeone dan Josep Guardiola, diyakini menjadi soortan utama.

Simeone dan Guardiola merupakan representasi kegeniusan pelatih muda di sepak bola modern. Simeone masih berusia 45 tahun tapi sanggup mengangkat Atletico ke jajaran elite Eropa. Begitu pula Guardiola, yang berusia sama, dan sudah meraih sederet gelar bergengsi baik di kancah domestik hingga skala Eropa.

Kedua pelatih punya latar serupa dalam karier profesional. Simeone dan Guardiola sama-sama pernah menjadi gelandang bertahan tangguh pada masanya. Simeone merintis karier sejak 1987 hingga pensiun pada 2006. Sementara, Guardiola memulai petualangan sebagai pesepak bola profesional pada periode 1990-2006.

Selama karier bermain, Simeone sudah memperkuat tujuh tim, antara lain: Velez Sarsfield, Pisa, Sevilla, Atletico Madrid, Inter Milan, Lazio, dan Racing Club. Tak berbeda jauh dengan Guardiola, yang pernah tampil berseragam lima klub: Barcelona, Brescia, AS Roma, Al-Ahli, dan Dorados.

Kebetulan, semasa menjadi pemain, Simeone dan Guardiola merupakan lawan reguler. Duel kerap terjadi kala Simeone masih membela Sevilla atau Atletico, dan Guardiola berseragam Barcelona. Selamaberkarier, Simeone sanggup mencetak 11 gol dari 106 penampilan, sedangkan Guardiola mengoleksi 5 gol dari 47 caps.

Dalam 11 perjumpaan, Simeone dan Guardiola berbagi empat kemenangan, dan tiga hasil imbang. Meski begitu, Simeone pernah membuat kecewa Guardiola pada final Copa Del Rey 1996 kala Atletico menang lewat babak perpanjangan waktu. Satu kemenangan Simeone diraih kala membantu timnas Argentina menang 2-0 pada laga persahabatan melawan Spanyol yang diperkuat Guardiola di Sevilla pada 17 November 1999.

Guardiola juga sudah 2 kali menghadapi Atletico sebagai pemain Barcleona. Dia mencetak satu gol dengan catatan 13 kemenangan, 5 seri, dan empat kali kalah.

Di level klub, Simeone mengoleksi dua gelar juara liga, dua trofi cup competitions, 1 PIala UEFA, dan 1 Piala Super Eropa. Sementara, deretan gelar Guardiola lebih menterang, yakni 6 kali juara liga, 2 trofi cup competitions, 1 kali juara Liga Champions, 1 Piala Winners, 2 Piala Super Eropa, dan sekali merebut medali emas Olimpiade.

Setelah sama-sama pensiun pada 2006, Simeone dan Guardiola mulai meniti karier sebagai pelatih. Simeone memulai karier kepelatihan bersama Racing Club pada 2006. Setelahnya, dia juga pernah menangani Estudiantes, River Plate, San Loenzo, Catania, hingga Atletico. Sementara, karier Guardiola justru masih lebih singkat. Pada 2007 dia mulai menangani Barcelona B, sebelum ditunjuk melatih tim utama setahun setelahnya. Dia pindah ke Bayern Muenchen pada 2013.

Sebagai pelatih, kedua pria pernah berhadapan sekali. Guardiola menjadi pemenang kala Barcelona unggul 2-1 atas Atletico di Stadion Vicente Calderon pada 12 Mei 2013. Hingga kini, Simeone pernah meraih 6 trofi juara, termasuk sekali kampiun Divisi Primera bersama Atletico Madrid. Bandingkan dengan koleksi gelar Guardiola yang mencapai 18 trofi. Paling bergengsi tentu kala Guadiola dua kali mengangkat trofi juara Liga Champions bersama Barcelona.

Sejak melatih Atletico pada 23 Desember 2011, rasio kemenangan Simeone adalah 63 persen. Masih kalah dari Guardiola, yang sejak bergabung ke Bayern pada 26 Juni 2013, mampu mencatat 76 persen rasio kemenangan. Saat masih melatih Barcelona, Guardiola juga pernah 10 kali menghadapi Atletico dengan koleksi 8 kemenangan dan dua kekalahan.

Berdasarkan catatan tersebut, bisa disimpulkan bahwa pencapaian Simeone dan Guardiola cukup berimbang. Meski dalam hal prestasi, Guardiola masih di atas angin. Namun, tentu prestasi itu tak akan memengaruhi hasil pertemuan pada laga malam nanti.

Comments
Loading...