Konflik BCS dan PSS Sleman Akhirnya Usai

Football5star.com, Indonesia – Brigata Curva Sud (BCS) akhirnya resmi mencabut boikotnya kepada PSS Sleman pada Rabu (10/2) malam WIB. Pencabutan boikot ini diambil setelah BCS mengadakan pertemuan dengan manajemen Super Elja.

Pertemuan tersebut digelar pada Selasa (9/2) lalu. Dalam pertemuan tersebut, Direktur PT Putra Sleman Sembada, Marco Gracia Paulo menyanggupi tuntutan para suporter.

“Sejauh ini ada pembenahan dan perkembangan positif yang dibuktikan. Selain itu, juga terdapat sinkronisasi program dari PT PSS dan BCS, titik temu potensi kolaborasi,” tulis pernyataan Brigata Curva Sud dikutip football5star dari laman Twitter resminya.

“Apa yang diinginkan dengan 8 Tuntutan dan hasil Forum Besar bisa diwujudkan dan dilaksanakan oleh manajemen. Tentu, ini merupakan berkah ulang tahun BCS yang ke-10. Mari saudara semua kita rapatkan barisan. Serta kawal terus realisasi 8 tuntutan yang sudah kita layangkan.”

BCS dan manajemen PSS sudah terlibat konflik semenjak pertengahan 2019. Ketika itu, kelompok suporter merasa tidak puas dengan cara manajemen Super Elja menjalankan klub dan memberikan delapan tuntutan.

Delapan tuntutan tersebut antara lain adalah program pembinaan dan pemain muda PSS, mes tim, lapangan latihan, jaringan bisnis klub, penolakan posisi ganda di manajemen, memaksimalkan peran media ofisial klub, panpel yang profesional, dan SDM yang berkualitas di manajemen klub.

Adanya konflik ini membuat para pemain PSS sempat hijrah ke Jakarta untuk menggelar sesi latihan selama beberapa pekan. Pasalnya sesi latihan Irfan Bachdim cs di Sleman kerap disatroni sejumlah anggota BCS yang menuntut adanya perubahan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More