Kongres PSSI Dibubarkan Paksa Polisi, Caketum: Saya Tumbal Politik!

Football5star.com IndonesiaKongres PSSI Kabupaten Malang dibubarkan paksa oleh polisi karena dinilai melanggar protokol kesehatan COVID-19 berdasarkan aturan PPKM. Hal itu membuat calon ketua umum PSSI Kab. Malang, Muhammad Syahroni, merasa dijegal dan dijadikan tumbal politik.

Kabar pembubaran paksa tersebut dibenarkan oleh Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang. Sedianya, Kongres PSSI tersebut akan memilih calon ketua, calon wakil ketua, dan calon anggota komite eksekutif PSSI Kabupaten Malang periode 2021-2025.

Seusai berkoordinasi dengan jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Klojen, disebutkan bahwa Kongres PSSI itu tak mengantongi izin. “Karena belum ada izin ke gugus tugas Covid-19 Kota Malang. Kan ini wilayah hukum Polresta Malang,” kata pria yang akrab disapa Mando itu, dikutip Football5star.com dari Suara.com.

Firmando Hasiholan Matondang mengatakan, sejatinya pihak panitia Kongres PSSI Kab. Malang sudah mengirim izin ke Satpol PP. “Kami belum ada yang menerima dan baru pagi tadi beritahu ke panitia bahwa untuk keamanan berkirim surat ke Gugus Tugas Covid-19 Kota Malang dulu,” katanya menambahkan.

Jatimtimes.com

Kongres PSSI Kabupaten Malang diselenggarakan di Ruang Anusapati, Pringgitan Pendopo Agung Kabupaten Malang, terpaksa dibubarkan, Kamis (14/1/2021) pagi. Setelah “diserbu” dan dibubarkan paksa, anggota Kongres PSSI satu per satu meninggalkan lokasi pada siang hari.

Buntut pembubaran itu, Muhammad Syaroni, calon tetap ketua asosiasi kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Malang periode 2021-2025, merasa jadi tumbal politik.

”Terima kasih Pak KP (Komite Pemilihan), saya juga mohon izin pada Pak Kapolsek (Klojen) dan anggota yang lain. Jadi, intinya Kabupaten Malang harus tetep jaya, solid, militan. Yang jelas hari ini kita dijadikan tumbal politik,” ungkap Muhammad Syaroni, dikutip Football5star.com dari Jatimtimes.

Meski beranggapan jika dirinya telah dijegal, Syaroni mengaku akan tetap berlapang dada. Alasannya, karena dirinya tidak gila jabatan. Dia memilih untuk fokus menjadi Kepala Desa di tempat tinggalnya, ketimbang memikirkan nasib dalam pemilihan calon ketum askab PSSI Kabupaten Malang.

Muhammad Syahroni