Kontribusi Dua Pemain Berdarah Indonesia Kalahkan Eks Klub Andrej Kramaric

Football5star.com, Indonesia – Striker Hoffenheim, Andrej Kramarić jadi pusat perhatian setelah mencetak quattrick (4 gol) ke gawang Borussia Dortmund, Sabtu (27/6/2020). Namun pada Jumat (26/6), eks klub Andrej Kramaric, HNK Rijeka malah kalah dari HNK Gorica 1-2. Kemenangan HNK Gorica tak lepas dari kontribusi dua pemain berdarah Indonesia, Joey Suk dan Matthew Steenvoorden

Pada laga yang berlangsung di markas sendiri, HNK Rijeka sudah tak berdaya sejak menit awal babak pertama. Gorica langsung unggul pada menit ke-12 setelah Cherif Ndiaye dijatuhkan oleh bek Rijeka di kotak terlarang. Pelanggaran itu bermula saat tim tamu meraih sepak pojok.

Dalam tayangan ulang terlihat pergerakan dari Joey Suk sebelum pelanggaran itu terjadi membuat barisan pemain Rijeka kebingungan. Alhasil ketika bola jatuh ke kaki Nidaye, gelandang Rijeka, Luka Capan justru menjatuhkan pemain asal Senegal tersebut.

Lovric yang jadi algojo sukses membuat Gorica unggul 1-0. Tertinggal satu gol, Rijeka berusaha untuk menyamakan kedudukan. Peran dari pemain berdarah Indonesia lainnya, Matthew Steenvoorden terlihat. Salah satunya ialah ketenangannya saat pemain Rijeka mendapat peluang emas di menit ke-29.

Aksi pemain berdarah Indonesia

Pemain Rijeka yang tinggal berhadapan dengan kiper Gorica tak mampu mencetak gol karena aksi Steenvoorden yang langsung menutup gawang yang sudah kosong. Pada babak kedua, Gorica mampu mencetak gol keduanya lewat aksi Ndiaye.

Gol ini pun tak lepas dari aksi Joey Suk. Gol Ndiaye berawal dari perebutan bola Sok dengan dua pemain Rijeka. Bola berhasil disundul oleh Krizmanic dan membuat Ndiaye menceploskan bola ke gawang Rijeka.

Tim tuan rumah di menit ke-84 berhasil mencetak gol pada menit ke-84 lewat aksi Felipe Pires. Menang 2-1 membuat Gorica berada di peringkat ke-6 HNL 1, di bawah Rijeka yang berada di posisi kelima.

Pada 10 April lalu, Joey Sok disebut tengah dilirik oleh Persija. Pemain berkepala plontos ini memang sudah sejak tahun lalu jadi incaran tim Macan Kemayoran.

Saat dihubungi Football5star.com beberapa waktu lalu, pemain yang tengah jalani proses naturalisasi ini tak menampik jika Persija mengincar dirinya. “Untuk saat ini memang tak ada kontak dari manajemen Persija. Kalau tak salah terakhir mereka menghubungi tahun lalu,” kata pemain 30 tahun tersebut.

Sementara Matthew Steenvoorden merupakan bek Belanda yang mengakui bahwa kakeknya lahir di Semarang. Ia pun sempat mengutarakan keinginannya bisa membela timnas Indonesia.