Koulibaly Tak Dianggap Sebagai Korban Pelecehan Rasial

Football5star.com, Indonesia – Wakil Perdana Mentri Italia, Matteo Salvini, mengatakan bahwa Kalidou Koulibaly bukanlah merupakan korban dari pelecehan rasial di Giuseppe Meazza. Ia mengatakan bahwa suporter sepak bola memang kerap kali menyoraki pemain dari kubu lawan.

Di partai antara Inter Milan vs Napoli, Koulibaly menjadi korban pelecehan rasian yang dilakukan oleh sekelompok interisti. Namun, wasit sama sekali tak menghentikan pertandingan karena tak menganggap Koulibaly menjadi sasaran dari pelecehan rasial.

“Saya rasa, rasisme bukanlah masalah nyata yang kami hadapi di tahun 2018 ini. Di pertandingan itu, para suporter Inter juga bersorak mengutuk AC Milan. Apakah hal itu termasuk ke dalam rasisme?” ujar Matteo Salvini dikutip dari Football Italia.

Kalidou Koulibaly - Inter Milan - Matteo Salvini - Aljazeera
Aljazeera

“(Leonardo) Bonucci juga disoraki oleh para suporter AC Milan. Apakah hal itu termasuk ke dalam rasisme? Saya yakin para suporter yang datang ke stadion merupakan sekelompok orang yang hanya ingin menonton pertandingan sepak bola,” imbuh Salvini.

Meskipun tak menganggap Koulibaly sebagai korban rasisme, Salvini siap mengusut tuntas berbagai masalah yang menghantui partai Inter vs Napoli. Ia siap mengajak seluruh pemilik kepentingan di dunia sepak bola untuk melakukan diskusi.

“Besok, saya akan berunding bersama pemerintah Italia untuk mengusut tuntas masalah ini. Kami butuh banyak bantuan dari para pemegang kepentingan di dunia sepak bola apabila ingin mengusut tuntas masalah ini.”

Comments
Loading...