Lechia Gdansk Tunggak Gaji Pemain, Nasib Egy Maulana Vikri Dalam Bahaya

Football5star.com, Indonesia – Klub yang diperkuat Egy Maulana Vikri, Lechia Gdansk, tengah dililit masalah besar. Sejauh ini, dikabarkan bahwa Lechia Gdansk tunggak gaji pemain. Hal itu membuat masa depan Egy Maulana Vikri di klub ikut terancam.

Situasi pelik ini memang membuat Lechia terancam ditinggal para pemain andalannya. Pasalnya, ada aturan yang menyebutkan kalau terdapat masalah dengan pembayaran gaji, pemain berhak menuntut pemutusan kontrak sepihak.

Presiden-Lechia-Gdansk-Adam-Mandziara-Egy-Maulana-Vikri-cyfasport

Presiden Lechia Gdansk, Adam Mandziara, dalam wawancara dengan Przegląd Sportowy pada Desember 2019, sempat memastikan bahwa segala tunggakan akan segera diselesaikan. Dia menjamin bahwa klub memiliki kendali penuh atas situasi tersebut.

Namun, kondisi saat ini tidak menunjukkan adanya realisasi dari janji Adam Mandziara. Hal ini membuat Lechia Gdansk dalam ancaman besar. Dalam waktu dekat, setidaknya tiga sampai empat pemain berpeluang cabut.

Menurut peraturan PZPN (Asosiasi Sepak Bola Polandia), jika seorang pemain tidak menerima remunerasi alias gaji selama minimal dua bulan, ia memiliki hak untuk mengakhiri kontrak secara sepihak.

Indikasi ke arah sana sudah tampak. Langkah pertama sudah ditempuh, yakni mengajukan tuntutan resmi kepada klub untuk membayarkan gaji yang tertunggak. Jika klub gagal membayar mereka selama 14 hari, mereka dapat memutuskan kontrak karena kesalahan klub.

Setidaknya ada tiga pemain yang sudah mengirim surat resmi itu pada 25 Februari. Kabarnya, masih ada yang menyusul dalam beberapa hari ke depan.

Jika dalam batas yang ditentukan tak ada penyelesaian dari Lechia Gdansk, itu sudah cukup bagi para pemain untuk membuat pernyataan resmi pemutusan kontrak karena kesalahan klub. Selanjutnya mereka akan berstatus bebas transfer.

Bagaimana Nasib Egy Maulana Vikri?

Egy Maulana Vikri berpeluang main karena masuk skuat Lechia Gdansk yang bertandang ke kandang Wisla Plock.

Dikutip Football5star.com dari Przegląd Sportowy, pada akhir Maret, klub yang menaungi Egy Maulana Vikri ini harus membayar kewajiban keuangan per 31 Desember 2019. Ini adalah persyaratan dalam proses perizinan.

Selanjutnya, Lechia Gdansk akan diminta untuk membayar remunerasi kepada para pemain sampai tanggal penghentian prematur. Tapi, ini belum berakhir.

Pemain memiliki hak untuk mengklaim kompensasi, yaitu uang yang harus dibayarkan klub kepada mereka sampai akhir kontrak (jika pemain mengikat klub lain dan memiliki gaji yang lebih rendah maka dia akan menerima selisihnya).

Jika pemain menerima gaji mereka pada tanggal 31 Desember, sisanya tidak akan mempengaruhi proses perizinan berikutnya. Hal ini tidak berarti bahwa Lechia aman.

Jika pemain mengirimkan surat kepada komite disiplin, dengan informasi bahwa klub tidak memenuhi kewajiban kontrak, klub akan mendapat dihukum. Gentuk hukuman bisa berupa larangan transfer, denda, atau bahkan pengurangan poin.

Sejauh ini, kabar terbaru bahwa Lechia Gdansk sudah membayar remunerasi tiga pemain yang sudah mengajukan surat tuntutan resmi sejak 15 hari lalu. Pasalnya jika tidak, ketiga pemain itu sudah bisa memutus kontrak sejak Rabu (26/2/2020).

Padahal, situasi ini juga dialami beberapa lainnya. Banyak pemain belum menerima gaji sejak November. Klub pun masih belum membayar bonus dari keberhasilan menjuarai Piala Polandia dan finis ketiga di Ekstraklasa musim lalu.

Apakah Egy Maulana Vikri menjadi salah satu pemain yang belum mendapatkan hak berupa gaji hingga bonus? Belum ada informasi pasti terkait siapa-siapa saja pemain yang dimaksud. Namun, dari laporan Przegląd Sportowy, hampir semua pemain Lechia Gdansk yang mengalami penunggakan gaji.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More