Kritikan kepada Simone Zaza Terlalu Berlebihan

Football5star.com, Indonesia – Ayah Simone Zaza, Antonio, menilai kritikan kepada anaknya dalam beberapa tahun terakhir terlalu berlebihan. Meski demikian, Zaza kini telah bangkit bersama Valencia dan siap kembali membela Tim Nasional Italia lagi.

Zaza tampil buruk di Piala Eropa 2016. Tendangan penaltinya melambung di atas mistar saat melawan Jerman di babak perempat final. Sang pemain pun mendapat kritikan tajam dan menjadi bahan olok-olokan.

Namun begitu, mantan striker Juventus itu kini bangkit lagi bersama Valencia dan berpeluang dipanggil ke Gli Azzurri. “Zaza tenang, kita akan saja lihat apa yang terjadi. Bahkan jika teleponnya tidak datang, dia akan tetap santai,” kata Antonio kepada Radio TMW.

Zaza sukses mengantar Valencia ke peringkat dua klasemen La Liga. Ia juga melesakkan delapan gol dalam sembilan pertandingan La Liga.

Simone Zaza, Valencia,
Penyerang Valencia Simone Zaza (As.com)

“Itu adalah dorongan dalam kepercayaan diri yang sangat dibutuhkannya setelah kegagalan penalti di Piala Eropa 2016 melawan Jerman. Mungkin dia terlalu dikritik dan perlu menemukan kembali ketenangannya dan ia melakukan itu di Spanyol. Di sana, dia membuktikan apa yang sebenarnya dapat dia lakukan. Valencia adalah pilihan terbaik untuknya.”

“Anak itu perlu dipahami. Dia tulus, adil dan blak-blakan, jadi dia membutuhkan klub yang percaya padanya. Targetnya musim ini adalah mencetak gol sebanyak mungkin bagi Valencia dan, seperti setiap pemain Italia, dia bercita-cita mengenakan kaos Azzurri lagi. Semua pilihan harus dihormati dan kami akan menunggu untuk melihat apa yang akan terjadi di masa depan,” Antonio menambahkan.

Comments
Loading...