Kronologi Aksi Bonek Bikin Ricuh Laga Persebaya vs Madura United

Football5star.com, Indonesia – Pertandingan Persebaya Surabaya vs Madura United, Rabu (19/6/2019) diwarnai kericuhan. Laga dihentikan sebelum waktunya akibat ulah segelintir oknum Bonek bikin ricuh dengan menyerbu ke dalam lapangan.

Pada leg 1 babak perempat final Piala Indonesia 2018-2019 itu, Persebaya Surabaya tampil di kandang sendiri, Stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Meski begitu, Persebaya ketinggalan lebih dahulu sejak menit kedua melalui gol pemain Madura United, Aleksandar Rakic.

Persebaya Surabaya bisa bangkit pada babak kedua dengan mencetak gol penyeimbang. Pada menit ke-54, pemain pengganti Osvaldo Haay memanfaatkan kemelut di muka gawang Madura United untuk membuat skor menjadi 1-1.

Sekitar 2 menit jelang waktu normal berakhir, wasit menghentikan pertandingan karena adanya insiden. Sekelompok oknum Bonek menyerbu ke dalam lapangan, berteriak hingga membentangkan spanduk.

https://www.instagram.com/p/By44-_Cjeu1/

Sementara, di tribune pun kondisi kian memanas. Suporter Persebaya lainnya mulai menyalakan flare hingga membuat stadion kian membara. Bonek yang memasuki lapangan pun kian bertembah. Beberapa membentangkan spanduk bertuliskan: Jangan Bikin Malu Surabaya.

Diyakini, aksi Bonek itu dilakukan sebagai bentuk protes terhadap performa Persebaya Surabaya. Sejak Liga 1 2019 bergulir, tim beralias Bajul Ijo itu memang urung mencatat kemenangan. Kondisi yang membuat Bonek kian gerah, dan posisi pelatih Djadjang Nurdjaman pun di ujung tanduk.

Akan tetapi, ulah Bonek bikin ricuh pertandingan ternyata membuat geram beberapa pemain dan ofisial Persebaya Surabaya. Salah satunya asisten pelatih Bejo Sugiantoro. Tak senang dengan ulah Bonek, Bejo Sugiantoro masuk ke tengah lapangan.

https://www.instagram.com/p/By46adIjbk7/

Bejo Sugiantoro Mengamuk di Tengah Lapangan

Dia menghampiri kelompok suporter yang tengah membentangkan spanduk. Bejo Sugiantoro mengamuk dan marah-marah ke Bonek. Namun, aksinya tak berlangsung lama. Sang anak, Rachmat Irianto, segera menenangkan dan menarik Bejo Sugiantoro ke pinggir lapangan.

Meski begitu, kekesalan Bejo Sugiantoro urung reda. Sepanjang menuju pinggir lapangan, dia terus menggerutu. Tensi panas di stadion nyatanya tak lantas meredup. Segelintir oknum Bonek terus membuat ulah.

Kronologi Ulah Bonek Bikin Ricuh Laga Persebaya vs Madura United - antarafoto - Copy
Antarafoto

Kapten kesebelasan, Andik Vermansah dan Ruben Sanadi sempat diajak berdiskusi oleh perangkat pertandingan. Wasit Fariq Hitaba akhirnya memutuskan untuk menghentikan laga Persebaya Surabaya vs Madura United dan meminta pemain kedua tim untuk masuk ke ruang ganti dengan skor akhir pertandingan tetap 1-1.

Sebagian pemain dan ofisial Persebaya Surabaya tak lantas masuk ke ruang ganti. Mereka masih bertahan di tepi lapangan, menyaksikan aksi-aksi kurang terpuji yang dilakukan beberapa oknum Bonek.

Para suporter yang sudah larut dalam emosi terlihat melakukan perusakan fasilitas stadion. Mulai dari menjebol pagar pembatas, memanjat gawang, hingga menendang serta melempar papan iklan menuju tengah lapangan.

Kronologi Ulah Bonek Bikin Ricuh Laga Persebaya vs Madura United - antarafoto 2
Antarafoto

Massa suporter pun kian bertambah di dalam lapangan. Ada pula yang mengacungkan jari tengah serta berteriak ke arah bench Persebaya Surabaya. Pihak keamanan tak dapat berbuat banyak. Bahkan, di tribune ada pula aksi bakar-bakaran.

Akibat ulah Bonek bikin ricuh, Persebaya Surabaya berisiko mendapat hukuman dari komisi disiplin PSSI. Bahkan, denda besar pun agaknya menanti Bajul Ijo. Pada leg 2, Persebaya akan gantian melawat ke Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, 27 Juni 2019 mendatang.

Insiden ini membuat beberapa perwakilan suporter Persebaya Surabaya merasa prihatin. Salah satunya Andi Pecie, yang menyarankan agar Bonek dan manajemen klub duduk bareng dan berdiskusi.

Comments
Loading...