Kurniawan Dwi Yulianto Tak Setuju Banyak Pemain Naturalisasi

Football5star.com, Indonesia – Mantan striker timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto mengungkapkan ketidaksetujuan terhadap banyaknya pemain naturalisasi di Indonesia. Hal ini menurut Si Kurus justru membuat pemain muda kehilangan kesempatan.

“Kalau saya pribadi kurang setuju dengan naturalisasi karena kasihan dengan adik-adik yang bercita-cita ingin menjadi pesepak bola walaupun mereka (pemain naturalisasi) punya hak untuk itu,” ucap Kurniawan kepada Football5star.com, Selasa (5/5/2020).

Menurut pelatih Sabah FA tersebut, Indonesia sampai saat ini tak pernah kehabisan talenta muda berbakat. Di seluruh pelosok Indonesia masih banyak ditemui pemain sepak bola dengan skill yang sangat bagus.

Rangking FIFA - Timnas Indonesia - @pssiofficial 2
@pssiofficial

“Dan talenta kita juga tidak pernah habis kok hanya tinggal pekerjaan rumah kita bagaimana mengasah talenta kita ini menjadi sesuatu,”

“Itu yang menjadi tantangan kita. Memang semua butuh proses tapi tidak ada yang tidak mungkin jika kita benar-benar niat untuk itu,” tambahnya.

Beberapa waktu ke belakang, bermunculan banyak pemain muda berdarah Indonesia di Belanda dan sejumlah negara lainnya. Hal itu tentu menjadi sorotan publik sepak bola nasional.

Ada publik yang menginginkan agar pemain ini dipanggil PSSI dan mendapat hak naturalisasi jika si pemain berkewarganegaraan negara lain. Namun ada juga pihak yang menganggap bahwa untuk saat ini, Indonesia memiliki cukup banyak talenta muda terbaik.

Masalah pemain naturalisasi juga jadi sorotan beberapa waktu terakhir. Gelombang naturalisasi pesepakbola di Indonesia ramai dalam 10 tahun terakhir. Namun, terdapat perbedaan dalam hal sponsor yang merekomendasi proses naturalisasi.

Pada awalnya, PSSI selaku induk sepak bola menjadi ‘sponsor utama’ sebagai pemberi rekomendasi pemain asing untuk dinaturalisasi.

Dalam perkembangannya, tren naturalisasi pesepakbola di Indonesia lima tahun belakangan mengalami pergeseran kepentingan. Kebanyakan dari mereka dinaturalisasi atas permintaan dan rekomendasi dari klub.