Frank Lampard Tak Mau Bandingkan Timo Werner dengan Fernando Torres

Football5Star.com, Indonesia – Pelatih Chelsea, Frank Lampard, menolak untuk membandingkan Timo Werner dengan mantan rekan timnya, Fernando Torres saat bermain di Chelsea. Lampard menyebut kedua pemain itu tidak bisa dibandingkan.

Werner direkrut dengan harga 53 juta pounds musim panas lalu dari RB Leipzig. Tapi sekarang saat ini Werner tak pernah mencetak gol dalam 10 laga terakhir Premier League dan baru mencetak 4 gol di liga secara total.

5-Pembelian-Terburuk-di-Bursa-Transfer-Musim-Dingin-Fernando-Torres-Getty-Images
Getty Images

Sedangkan Torres dinilai sebagai pembelian flop pada 2011. Dia direkrut dengan harga 50 juta pounds dari Liverpool. Tapi El Nino gagal mereplika performa apiknya bersama The Reds. Dia hanya mencetak 20 gol dalam 110 laga di Premier League. Tapi Torres mampu membawa The Blues juara Liga Champions dan Liga Europa. Lampard menilai perbandingan antara Werner dan Torres masih prematur.

“Semua pemain akan mengalaminya dalam karier mereka. Semua mata tertuju padanya dan itu menjadi lebih besar. Saya perlu bekerja dengannya untuk itu. Saya tidak membandingkan Werner dengan siapa pun. Semua orang berbeda, Torres mengalami masa-masa sulit di sini tetapi dia memenangkan Liga Champions,” ucap Lampard seperti dilansir Football5Star.com dari Mirror.

Lampard melanjutkan, “Yang perlu kami lakukan adalah menciptakan lingkungan terbaik untuk mendapatkan performa terbaik dari Werner. Anda harus mengulang, terus bekerja dan dia perlu menundukkan kepala dan fokus, saya perlu memberinya sikap positif.”

Timo Werner baru saja tak dijadikan starter oleh Lampard di laga melawan Fulham beberapa hari yang lalu. Dia masuk pada menit ke-75 dan gagal mencetak gol, padahal Werner memiliki kesempatan emas di penghujung laga, dimana dia hanya berhadapan satu lawan satu dengan kiper, tapi tendangannya malah melebar.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More