Langgar Financial Fair Play, Galatasaray Dilarang Tampil di Eropa

Galatasaray dilarang berkompetisi di level Eropa dalam kurun waktu setahun. Ini setelah klub Turki itu melanggar aturan Financial Fair Play (FFP).

Seperti dikutip Soccerway, pada bulan Januari lalu, Galatasaray dianggap bermasalah dalam hal keuangan ketika bulan lalu, presiden klub menyebut klub merugi sekitar 164 juta euro. Sisi pengeluaran mereka disebut lebih besar daripada pemasukan.

Alhasil, dalam proses investigasi yang sudah dilakukan sejak Mei 2014, Galatasaray dinyatakan bersalah telah melanggar artikel nomor 15 dalam aturan Badan Pengawas Keuangan UEFA, CFCB.

Oleh karenanya Galatasaray pun dilarang berkompetisi di Eropa selama setahun, dalam kurun waktu musim 2016-2017 dan 2017-2018,. Ini adalah hukuman terberat yang bisa didapat Galatasaray selain tentunya penundaan pemberian hadiah uang, denda, atau larangan transfer.

Sanksi UEFA tersebut menambah suram musim Galatasaray kali ini setelah mereka terpuruk di posisi kelima klasemen Liga Super Turki dan baru saja ditinggal pelatihnya Mustafa Denizli.

Selain itu, Galatasaray juga sudah tersingkir dari kompetisi Eropa. Usai gagal melaju ke babak 16 -esar Liga Champions karena hanya finis posisi ketiga grup, berjuluk Cibom itu pun disingkirkan Lazio di babak 32-besar Liga Europa.

Financial Fair Play adalah aturan dari UEFA agar klub-klub tidak membelanjakan uangnya untuk transfer pemain melebihi jumlah pendapatan. Aturan ini diterapkan agar klub-klub tidak mengalami masalah keuangan yang pada akhirnya akan mengancam kelangsungan klub.

Setelah Galatasaray, ada tiga klub juga yang sedang diawasi oleh UEFA yakni Hull City, Sporting CP, dan Panathinaikos.

Comments
Loading...