Larbi Benbarek, Legenda Afrika yang Lebih Berharga Dibanding Menara Eiffel

Football5star.com, Indonesia – Siapa pemain Afrika yang sangat berharga bagi sepak bola Prancis? Mungkin ada yang menjawab Didier Drogba atau Yaya Toure. Namun jawabannya bukan keduanya, ialah pemain asal Maroko, Larbi Benbarek yang dianggap sebagai pemain Afrika yang sangat berharga, bahkan lebih berharga dibanding Menara Eiffel.

Seorang jurnalis asal Prancis seperti dikutip Football5star.com dari Goal, Senin (2/11/2020) mengatakan bahwa Benbarek itu lebih berharga dibanding Menara Eiffel, “Jual Arc de Triomphe atau Menara Eiffel, tapi jangan jual Benbarek,” tulis jurnalis tersebut.

Legenda Larbi Benbarek, Pemain Afrika yang Lebih Berharga Dibanding Menara Eiffel
leparisien.fr

Ungkapan ini mungkin terlalu hiperbola. Namun bagi penggemar Liga Prancis, khususnya fan Stade Français dan Marseille, Benbarek adalah mutiara dari Afrika yang memiliki talenta terbaik di lapangan hijau.

Benbarek lahir di Casablanca, Maroko pada 16 Juni 1914. Ia memulai kariernya di FC El Ouatane de Casablanca pada 1928. Berasal dari keluarga tak mampu dan yatim piatu, sepak bola jadi jalan bagi Benbarek untuk memperbaiki kehidupannya.

Setelah sempat menjalani karier di Wydad AC pada 1930, delapan tahun kemudian, ia hijrah ke Prancis dengan bergabung ke Marseille. Benbarek adalah pemain Maroko pertama yang berani memutuskan karier di Eropa.

Namanya mulai dikenal publik sepak bola dunia saat ia memutuskan main di Liga Spanyol bersama Atletico Madrid pada 1948. Tingginya yang menjulang membuat dirinya mampu mengintimidasi para pemain lawan.

Bagi pencinta Liga Spanyol, gaya main Benbarek tak seperti kebanyakan pemain Afrika yang mengandalkan kekuatan stamina. Benbarek dianggap memiliki gaya bermain khas pemain asal Brasil dengan teknik dribbling yang sangat bagus.

Tak Dianggap Orang Prancis

Meski menjalani karier bagus di dua tim Prancis, Marseille dan Stade Français, latar belakangnya sebagai orang Afrika membuatnya tak benar-benar dianggap sebagai orang Prancis. Pandangan rasial menjadi penyebab orang Prancis bersikap seperti itu kepada Benbarek.

Padahal saat memutuskan hijrah ke Marseille, Benbarek juga memutuskan untuk membela timnas Prancis. Sebelumnya pada 1936 hingga 1937, Benbarek tiga kali membela Maroko. Saat membela Prancis, ia mendapat julukan ‘The Black Pearl’, pemain kulit hitam pertama yang sukses di Eropa.

Legenda Larbi Benbarek, Pemain Afrika yang Lebih Berharga Dibanding Menara Eiffel2
alchetron.com

Justru publik sepak bola Spanyol yang memandang Benbarek sebagai sosok pemain berharga. Perlakukan rasial ini yang menjadi salah satu penyebab Benbarek menerima pinangan dari Atletico Madrid. Kabarnya, Atletico saat itu membayar 8 juta franc untuk dapatkan jasa Benbarek.

Di klub ibukota Spanyol itu, Benbarek mampu mencetak 19 gol dan membantu Atletico meraih gelar Liga Spanyol ketiga. Skill Benbarek pun mulai menyita perhatian dan iri publik sepak bola Prancis.

Benbarek bermain bersama Atletico Madrid selama lima musim dan mencetak 56 gol dari 113 penampilan. Catatan ini membuatnya jadi salah satu pemain Afrika tersukses di sejarah Liga Spanyol.

Tak seperti di Prancis, di Spanyol, Benbarek mendapat julukan yang tidak berbau rasial. Media Spanyol memberinya julukan The Foot of God. Julukan ini pun diakui oleh legenda Brasil, Pele. Benbarek dianggap Pele lebih hebat dibanding dirinya.

“Jika saya adalah raja sepak bola, maka Lerbi Benbarek adalah Dewanya,” ucap Pele beberapa waktu lalu.

Benbarek meninggal dunia pada 16 September 1992, enam tahun setelahnya Federasi sepak bola dunia, FIFA memberikan anugrah FIFA Order of Merit Award, penghargaan tertinggi FIFA.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More