Lawan NK Dugopolje, Ini Hal yang Harus Diwaspadai Timnas U-19

Football5Star.com, Indonesia – Timnas U-19 Indonesia akan kembali berlaga. Kamis (8/10/2020) malam WIB, tim asuhan Shin Tae-yong dijadwalkan menghadapi NK Dugopolje. Laga lawan tim arahan Ivica Zuljevic itu merupakan uji tanding ke-8 selama pemusatan latihan di Kroasia.

Berbekal kemenangan 1-0 atas tim U-19 Dinamo Zagreb pada uji tanding sebelumnya, timnas U-19 bisa optimistis menatap laga ini. Pasalnya, Dugopolje berada cukup jauh di bawah Dinamo Zagreb pada klasemen 1. HNL Juniori. Antonio Culin cs. berada di posisi ke-7, terpaut 10 poin dari Dinamo yang menempati posisi ke-2.

Tim U-19 Dugopolje pun terlihat tak memiliki keistimewaan. Nikola Pervan cs. hanya mampu mencetak 10 gol dalam 8 laga dan kebobolan 10 gol pula. Di daftar pencetak gol, tak ada pemain yang benar-benar mumpuni dalam membobol gawang lawan.

Timnas U-19 Indonesia harus siap menghadapi permainan keras para pemain NK Dugopolje.
Facebook Nogometna Skola Dinamo

Meskipun demikian, bukan berarti Dugopolje tak akan jadi ujian berat. Timnas U-19 Indonesia tetap harus waspada. Setidaknya, ada satu hal yang patut diperhatikan. Itu adalah kecenderungan tim asuhan Zuljevic bermain bertahan dan tak segan pula bermain keras.

Berdasarkan data FootyStats, rerata penguasaan bola tim U-19 Dugopolje dalam 8 pekan 1. HNL Juniori hanya 46%. Pada laga terakhir menghadapi Dinamo Zagreb, penguasaan bola mereka hanya 48%. Sebelumnya, saat menang 2-0 atas Sesvete, penguasaan bola mereka bahkan hanya 45%.

Dugopolje Tak Ragu Bermain Keras

Ini mengisyaratkan, NK Dugopolje bukanlah tim yang mau bermain terbuka dan mengambil inisiatif permainan. Mereka cenderung menunggu dan menekan lawan lewat umpan-umpan direct. Hal yang patut diwaspadai, para pemain asuhan Zuljevic tak segan melanggar lawan. Rata-rata, mereka melakukan 8 pelanggaran per pertandingan.

Statistik Kartu Hukuman Pemain Tim U-19 Dugopolje

Soal ini, timnas U-19 harus belajar dari laga Dugopolje melawan Osijek. Kala itu, tim asuhan Zuljevic sangat inferior di lapangan. Penguasaan bola mereka hanya 33%. Hal itu membuat mereka beringas. Sepanjang 90 menit, 22 pelanggaran dilakukan Pervan dkk.

Rekor kedisiplinan Dugopolje pun terbilang buruk. Hingga pekan ke-8 1. HNL Juniori, tim asuhan Ivica Zuljevic sudah mendapatkan 13 kartu kuning dan 2 kartu merah. Artinya, David Maulana cs. harus siap menerima terjangan lawan pada laga nanti. Sangat mungkin, adu fisik akan lebih sering terjadi.

Mengenai hal tersebut, timnas U-19 Indonesia harus dapat memanfaatkan keberingasan lawan. Permainan keras memungkinan terjadinya pelanggaran di daerah berbahaya yang beruah tendangan bebas atau bahkan penalti. Buktinya, sudah dua kali tim U-19 Dugopolje kebobolan dari eksekusi penalti.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More