Lawan Tim “Setelan Pabrik”, Liverpool, Mampukah RB Leipzig Menang?

Football5star.com, Indonesia – Liverpool akan jalani laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2020-21 melawan RB Leipzig di Puskas Arena, Budapest, Hungaria, Rabu (17/2/2021). Menghadapi Die Roten Bullen, Liverpool berada di kondisi tak cukup bagus.

Anak asuh Juergen Klopp itu menelan tiga kekalahan beruntun di kompetisi Liga Inggris. Terakhir, Liverpool menyerah 1-3 dari Leicester di King Power Stadium, Minggu (13/2). Kekalahan yang membuat Liverpool menjadi bahan olok-olok publik sosial media. Liverpool dianggap kembali ke tim setelan pabrik pada musim ini, tak konsisten dan mudah dikalahkan.

Lawan Tim Setelan Pabrik, Liverpool, Mampukah RB Leipzig Raih Kemenangan
Daily Mail

Lini belakang Liverpool yang paling disorot. Penampilan dari kiper asal Brasil, Alisson Becker jadi paling banyak dikritik. Wajar saja dari dua laga terakhir Liverpoo, Alisson melakukan tiga kali blunder, dua di laga melawan Liverpool dan satu saat bertandang ke Leicester.

Pada laga melawan Leicester, Alisson melakukan kesalahan pada gol kedua The Foxes yang diciptakan oleh Jamie Vardy pada menit ke-82. Saat itu, Alisson keluar dari sarangnya untuk menyapu bola dan bertabrakan dengan rekannya, Ozan Kabak.

Padahal, saat itu Kabak sebagai pemain terakhir Liverpool sudah siap menyapu bola. Bola liar jatuh ke kaki Vardy dan tanpa ampun pemain timnas Inggris itu membobol gawang Liverpool.

Lini Depan vs Lini Belakang

Kondisi Alisson ini pun memancing kiper RB Leipzig yang juga mantan kiper Liverpool, Peter Gulacsi untuk memberikan komentar. Menurut Gulasci, bagaimana pun juga The Reds bukan tim yang mudah ditaklukan.

“Kami akan sangat bodoh untuk berpikir itu akan mudah karena Liverpool memiliki kualitas yang luar biasa,” kata Gulacsi dilansir The Athletic, Senin (15/2).

Pendapat dari Gulasci memang ada benarnya. Merujuk dari data Whoscored, lini depan The Reds masih tetap lebih baik dibanding milik Die Roten Bullen.

RB Leipzig telah mencetak 37 gol dari 113 tembakan ke arah gawang pada musim ini. Sedangkan The Reds torehkan 45 gol dari 126 tembakan ke arah gawang.

Dua pemain terbaik RB Leipzig, Marcel Sabitzer dan Yussuf Poulsen sama-sama mencetak 4 gol. Rata-rata per 90 menit kedua pemain ini hanya mampu catatkan 0.35 gol per pertandingan. Sangat jauh berbeda dengan Mohamed Salah dan Sadio Mane.

Salah sudah mencetak 17 gol sedangkan Mane memiliki 7 gol. Nilai target kedua pemain ini per 90 menit pertandingan mencapai 0,58 dan 0,66 gol.

Soal lini belakang, meski di beberapa pertandingan pemain The Reds melakukan blunder. Nyatanya secara statistik, The Reds memiliki 1024 intersep dan 31 kali blok di semua pertandingan di musim ini. Dua pemain, Jordan Henderson dan Andrew Robertson jadi yang terbaik untuk menghalau skema serangan lawan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More