Lee Hendrie Kisahkan Upaya Bunuh Diri yang Dilakukannya

Football5Star.com, Indonesia – Mantan pemain Aston Villa yang juga pernah berkiprah di Indonesia, Lee Hendrie, buka-bukaan soal depresi yang sempat dirasakannya. Dia bahkan secara terbuka mengisahkan upaya bunuh diri yang pernah dilakukannya.

Lee Hendrie mengalami depresi berat ketika disergai berbagai masalah. Setelah bercerai dari istri pertamanya, dia juga dinyatakan bangkrut. Upaya menjual propertinya tak menolong karena pasar yang lesu dan harga yang turun drastis.

Gelap mata, terbetik niat mengakhiri hidup di hati Hendrie. Bukan hanya sekali, menurut dia, usaha itu sempat lima atau enam kali dilakukannya. Di antaranya pada 2010. Namun, upaya itu gagal.

“Saya samar-samar masih ingat sedikit soal perjalanan dengan ambulans. Itu sangat samar. Namun, ada satu hal yang benar-benar teringat saat siuman. Sungguh buruk. Saya tak suka dengan fakta saya masih hidup,” urai Lee Hendrie seperti dikutip Football5Star.com dari The Guardian.

Lee Hendrie sempat beberapa kali berupaya bunuh diri karena tekanan yang sangat besar.
shropshirestar.com

Hendrie melanjutkan kisahnya, “Ada begitu banyak kecemasan. ‘Apakah saya akan dikirim ke rumah sakit gila karena melakukan ini?’ Namun, di atas segalanya, saya berpikir, ‘Saya akan melakukan ini lagi. Saya ingin terbebas dari segalanya.'”

Hanya sembilan bulan berselang, pemain yang sempat sekali memperkuat timnas Inggris itu kembali melakukan upaya bunuh diri. Seperti sebelumnya, upayanya itu juga gagal.

“Saya berkeras untuk melakukan hal itu. Saya merasa segalanya telah dirampas dari saya. Perceraian berkepanjangan, kebangkrutan di depan mata. Jadi, inilah saatnya saya mengakhiri semua itu,” ujar Hendrie lagi.

Kali ini, ada kesadaran berbeda yang tumbuh di benak Hendrie. Tak ada lagi keinginan kuat untuk mengulangi upaya bunuh diri demi menghindari semua masalah.

“Saya tak menyadari telah dibantu oleh mesin-mesin pendukung agar tetap hidup. Gambaran keluarga yang begitu terpukul selalu berada di benak saya. Hingga kini, bayangan itu yang muncul ketika saya merasa terpuruk. Saya tak boleh melakukan ini lagi kepada mereka. Ibu saya berkata, ‘Kamu harus hentikan ini semua. Kamu menyakiti semua orang,” urai Lee Hendrie lagi.