Legenda Alexi Lalas, Rocker Pertama di Pentas Serie A Italia

Football5star.com, Indonesia – Jika membicarakan sepak bola Amerika Serikat kurang pas rasanya jika tak menyebut sosok satu ini, Alexi Lalas. Bagi sepak bola Negeri Paman Sam, Alexi Lalas adalah legenda. Ia jadi generasi ketiga Amerika Serikat yang berkarier di pentas Serie A Italia.

Amerika Serikat dikenal sebagai negara yang tidak memiliki akar sepak bola yang kuat. Jika di era saat ini, publik mengenal nama-nama seperti Weston McKennie atau Christian Pulisic, maka di zaman dahulu sangat sedikit pesepak bola AS yang muncul ke panggung sepak bola dunia.

Alexi Lalas
Twitter @AlexiLalas

Jika mengesampingkan, Alfonso Negro dan Armando Frigo yang memiliki darah Italia dan tercatat menjadi pemain Amerika Serikat di Serie A, maka nama Alexi Lalas boleh saja dinasbihkan sebagai pesepak bola profesional pertama AS yang mentas di sana.

Pada 1994, klub Padova merekrut pemain andalan Amerika Serikat di Piala Dunia 1994, Alexi Lalas. Padova rekrut pemain nyentrik satu ini dari tim kecil, Rutgers.

Penampilan legenda sepak bola AS ini di pentas Serie A cukup apik. Di musim pertamanya, ia tercatat mencetak 3 gol dari eksekusi bola mati. Dua gol ia sarangkan ke gawang Inter dan AC Milan.

Ia mampu membawa Padova lolos dari jurang degradasi pada musim pertamanya. Sayang di musim berikutnya, Lalas tak mampu hindarkan Padova dari jerat degradasi. Ia pun memutuskan kembali ke Amerika Serikat dan membela New England Revolution pada musim 1996-97.

Rocker yang Nyentrik di lapangan hijau

Penampilan Alexi Lalas di era 90-an tentu sangat mudah dikenali. Ia memilki rambut tak seperti biasanya pesepak bola. Rambut-rambutnya gondrong, urakan, bak musisi rock. Kebetulan memang, Alexi Lalas memiliki kegemaran pada musik metal.

Ia bisa dibilang sebagai pioner rocker yang mentas di Serie A Italia. Sebenarnya tak terlalu mengherankan jika Lalas jatuh cinta pada musk rock. Generasi pada eranya memang memiliki kecintaan pada jenis musik satu itu.

Legenda Alexi Lalas, Rocker Pertama di Pentas Serie A Italia
Daily Mail

Pemain yang lahir era 70-an seperti Dan Eggen juga memiliki kesamaan dengan Lalas. Eks pemain Celta Vigo itu tampil di belakang layar aksi Satyricon dalam DVD Roadkill Extravaganza pada 2001 dan menampakkan dirinya sebagai penggemar musik heavy metal.

Ia juga bergabung dengan Pantera di atas panggung saat beraksi di Spanyol, melakukan headbang dan bermain gitar selama 30 detik. Namun Alexi Lalas tak sekedar penyuka musik metal. Ia terjun langsung dan menjadi seorang rocker.

Ia memiliki band bernama The Gypsies. Band Lalas pernah tampil sebagai pembuka konser Hootie & The Blowfish saat tur di Eropa pada 1998. Band indie tersebut dia dirikan ketika masih kuliah di Rutgers. Mereka merekamnya sendiri, menjualanya sendiri, dan tanpa disadari menarik perhatian banyak pencinta musim di AS, Amerika Utara, dan sebagian Eropa.

“The Gypsies adalah band yang saya dirikan saat saya kuliah, ketika saya mulai rekaman, saya masih menggunakan nama saya sendiri. Musik sebenarnya bukan hobi saya, tapi saya serius di bidang itu. Ketika saya sukses di sepakbola memberikan saya peluang di musik, saya tahu saya harus membuktikan tidak menekuni musik hanya karena aji mumpung.” katanya.

“Kenyataannnya, banyak orang masih memandang skeptis atlet yang merangkap pemusik, tapi saya tidak membiarkan itu menghentikan saya. Saya sudah merilis beberapa album selama saya bermusik.”

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More